Renungan Kitab Kisah Para Rasul

Perenungan Kisah Para Rasul 27 (Bagian 7) – Bersyukur di Tengah Badai

Sudah empat belas hari mereka terombang-ambing di tengah badai. Mereka hampir tidak makan karena rasa takut dan putus asa.

Dalam keadaan seperti itu, Paulus berdiri di tengah mereka dan berkata: “Karena itu aku menasihati kamu, supaya kamu makan dahulu. Hal itu perlu untuk keselamatanmu. Tidak seorang pun di antara kamu akan kehilangan sehelai pun dari rambut kepalanya.” (Kisah Para Rasul 27:34)

Lalu Paulus melakukan sesuatu yang sangat mengesankan.

Perhatikan waktunya.

Paulus mengucap syukur bukan setelah badai berlalu. Ia mengucap syukur ketika kapal masih dihantam ombak, ketika bahaya masih ada dan ketika daratan belum terlihat.

Rasa syukur Paulus tidak bergantung pada keadaan, tetapi lahir dari keyakinan bahwa Tuhan tetap memegang kendali.

Alkitab juga mengajarkan kita untuk memiliki hati yang bersyukur dalam segala keadaan.

Orang percaya tetap bersyukur, meski badai belum reda.

Sikap Paulus juga membawa pengaruh kepada orang lain.

Satu tindakan iman dari Paulus membangkitkan semangat seluruh penumpang kapal.

Demikian pula hidup kita. Ketika kita tetap percaya dan bersyukur di tengah badai, iman kita dapat menguatkan orang-orang di sekitar kita.

Hari ini, mungkin badai dalam hidup kita belum berlalu. Namun jangan menunggu badai reda untuk mengucap syukur.

Belajarlah bersyukur karena Tuhan tetap setia. Sebab hati yang bersyukur melihat pemeliharaan Tuhan, bahkan ketika keadaan belum berubah.

Kiranya Tuhan menolong kita memiliki hati yang tetap bersyukur dalam segala keadaan, karena kita percaya bahwa Dia tidak pernah meninggalkan kita.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 3 (Bagian 4) – Awal dari Kehidupan Kekal

Keselamatan adalah pemberian kasih karunia. Namun, karya Allah tidak berhenti pada pengampunan. Allah juga memperbarui…

17 hours ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 3) – Bukan Karena Perbuatan Baik Kita

“Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, … Dia telah menyelamatkan…

2 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 2) – Jangan Lupa Siapa Kita Dahulu

“Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan…

3 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 1) – Teladan di Tengah Masyarakat

Setelah mengajarkan tentang kehidupan yang seharusnya dimiliki oleh orang percaya, Paulus melanjutkan nasihatnya kepada Titus.…

4 days ago

Perenungan Titus 2 (Bagian 5) – Beritakan, Nasihati, dan Tegorlah

Pada bagian sebelumnya, kita melihat bahwa kasih karunia Allah bukan hanya menyelamatkan, tetapi juga mendidik…

5 days ago

Perenungan Titus 2 (Bagian 4) – Kasih Karunia

“Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata.” Titus 2:11 Pada bagian sebelumnya,…

6 days ago