Renungan Kitab Imamat

Perenungan Imamat 11 – Boleh dan Tidak Boleh Dimakan

Pasal ini berisi mengenai hukum halal dan haram, yakni mengenai binatang yang boleh dan tidak boleh dimakan. Binatang-binatang tersebut diklasifikasikan berdasarkan habitatnya: darat, laut, udara, dan serangga.

Banyak orang berkata bahwa aturan ini sudah tidak berlaku karena aturan itu hanya untuk orang Israel saja. Benarkah demikian?

Apakah masih berlaku sampai sekarang? Ya, tentu saja masih berlaku hingga saat ini. Mengapa? Karena aturan ini bukan diberikan hanya kepada orang Israel, tetapi sudah ada sejak zaman Nuh (zaman Nuh belum ada orang Israel), yang artinya ini ditujukan untuk kita semua.

Beberapa contoh makanan yang haram adalah babi, udang, kepiting, ikan lele, kelinci, anjing, burung elang, dan lain-lain.

Tuhan menetapkan batasan ini untuk memisahkan umat-Nya dari bangsa-bangsa lain dan menekankan kekudusan sebagai ciri utama umat pilihan.

Kiranya kita juga menuruti perintah Tuhan dalam hal apapun, termasuk dalam hal makanan. Aturan sudah diberikan kepada kita, maukah kita menurut? Jawablah dalam hati kita masing-masing.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 2) – Kuasa Tuhan yang Mengubahkan

Di hadapan Raja Agripa, Paulus mulai menceritakan kehidupannya sebelum bertobat. Ia menjelaskan bahwa dahulu ia…

20 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 1) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah berbagai tuduhan dan persidangan yang dialaminya, Paulus kini berdiri di hadapan Raja Agripa, Bernike,…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 6) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah mendengar penjelasan Festus mengenai perkara Paulus, Raja Agripa berkata: “… ‘Aku ingin mendengar orang…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 5) – Yesus yang Hidup

Setelah Paulus naik banding kepada Kaisar, Raja Agripa dan Bernike datang mengunjungi Festus di Kaisarea.…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 4) – Tuhan Sudah Menyiapkan Jalannya

Ketika Paulus naik banding kepada Kaisar, Festus tidak memiliki pilihan selain mengirimnya ke Roma. Keputusan…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 3) – Memimpin Langkah Kita

Setelah mendengar tuduhan terhadap Paulus, Festus menghadapi sebuah dilema. Ia ingin menyenangkan orang-orang Yahudi, tetapi…

6 days ago