Renungan Kitab Amos

Perenungan Amos 4 – Bertobat dan Bersiap

Di pasal ini, nabi Amos menyampaikan teguran keras dari Tuhan kepada bangsa Israel. Tuhan menegur mereka karena hidup dalam kemewahan, menindas orang miskin, dan tidak mau bertobat meski sudah berkali-kali ditegur melalui berbagai bencana.

“Di zaman ini, tepat sebelum kedatangan Kristus yang kedua kali di awan-awan langit, pekerjaan seperti yang dilakukan Yohanes harus dilakukan. Allah memanggil orang-orang yang akan mempersiapkan umat untuk berdiri teguh di hari Tuhan yang besar. Pesan yang mendahului pelayanan publik Kristus adalah: ‘Bertobatlah, hai pemungut cukai dan orang berdosa; bertobatlah, hai orang Farisi dan Saduki’; ‘Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!’ Sebagai umat yang percaya akan kedatangan Kristus yang segera, kita memiliki pesan untuk disampaikan—‘Bersiaplah untuk bertemu dengan Allahmu!’ Amos 4:12. Pesan kita harus sejelas pesan Yohanes. Ia menegur raja-raja atas kejahatan mereka. Meskipun nyawanya terancam, ia tidak ragu untuk menyatakan firman Allah. Dan pekerjaan kita di zaman ini harus dilakukan dengan setia.”

Testimonies for the Church Vol. 8, 332.3

Kutipan di atas dengan tegas menyatakan bahwa “Di zaman ini, tepat sebelum kedatangan Kristus yang kedua kali… pekerjaan seperti yang dilakukan Yohanes harus dilakukan.” Ini bukan sekadar saran, melainkan sebuah panggilan mendesak dari Allah bagi kita semua.

Pesan Yohanes sangat sederhana namun penuh kuasa: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” (Matius 3:2). Pesan ini tidak berubah. Di akhir zaman, pesan kita adalah seruan yang sama, yang dikristalkan dalam Amos 4:12: “Bersiaplah untuk bertemu dengan Allahmu!”

Seruan ini bukan hanya untuk orang pada zamannya, tetapi juga untuk kita sekarang. Pertobatan sejati adalah awal dari setiap pembaruan rohani. Tanpa pertobatan, kita tidak akan siap menyambut Raja yang kudus.

Pekerjaan kita adalah menyuarakan kebenaran ini tanpa kompromi, mengajak setiap orang untuk berbalik kepada Allah sebelum terlambat.

Yesus segera datang! Bersiaplah untuk bertemu dengan Dia!

Maukah kita menyampaikan pesan ini kepada banyak orang? Dan maukah kita sendiri juga bertobat? Jawablah dalam hati kita masing-masing.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 7 (Bagian 2) – Melayani dalam Keadaan yang Baru

“Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang…

11 hours ago

Perenungan Roma 7 (Bagian 1) – Menjadi Milik Kristus

Paulus memakai gambaran ikatan pernikahan untuk menjelaskan sesuatu tentang hubungan kita dengan hukum Taurat (Roma…

1 day ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 9) – Upah Dosa dan Karunia Allah

“Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus,…

2 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 8) – Menghasilkan Buah

“Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang,…

3 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 7) – Pengudusan

“... Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan ...…

4 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 6) – Merdeka untuk Taat

“Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya,…

5 days ago