Renungan Kitab 2 Tawarikh

Perenungan 2 Tawarikh 23 – Pembaruan

Ada perenungan yang menarik perhatian dari pasal ini, yaitu di ayat 16-17.

Jadi, setelah perjanjian diperbarui, rakyat merobohkan kuil Baal dan membunuh imamnya. Lalu Yoyada mengatur kembali ibadah sesuai perintah Musa dan Daud.

Begitu juga dengan kehidupan kita, ketika kita membuat perjanjian untuk menjadi umat Tuhan, maka haruslah kita harus berani membuang segala hal yang jahat atau segala dosa. Tetapi perlu diingat juga bahwa pembaruan bukan hanya membuang yang jahat, tapi juga membangun kembali yang benar.

Setiap pembaruan sejati harus dimulai dengan komitmen membuang dosa dan kembali kepada Tuhan. Bagaimana dengan kita? Apakah kita memperbarui perjanjian untuk hidup setia dan bersih di hadapan-Nya? Jawablah dalam hati kita masing-masing.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 9 (Bagian 6) – Kesabaran dan Kemurahan Allah

“Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda…

19 hours ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 5) – Siapakah Kita untuk Membantah Allah?

“Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya:…

2 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 4) – Apakah Allah Tidak Adil?

“Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati…

3 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 3) – Rencana Allah dan Pilihan-Nya

Pada bagian sebelumnya Paulus menjelaskan bahwa keturunan jasmani saja tidak otomatis menjadikan seseorang ahli waris…

4 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 2) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel…

5 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 1) – Hati yang Merindukan Keselamatan Orang Lain

“Sejak pertobatannya [Paulus], ia sangat rindu untuk menolong saudara-saudara sebangsanya agar memperoleh pemahaman yang jelas…

6 days ago