Renungan Kitab 2 Tawarikh

Perenungan 2 Tawarikh 22 – Hati-Hati dengan Nasihat

Apakah kita harus berhati-hati dengan nasihat yang diberikan kepada kita? Tentu saja! Bahkan ketika nasihat itu diberikan oleh orang terdekat kita sekalipun, kita perlu berhati-hati. Mengapa? Karena kita belajar dari kisah Ahazia.

Kita diingatkan untuk berhati-hati dengan nasihat yang kita dapatkan. Tak heran Pemazmur mencatat, “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,” (Mazmur 1:1)

Jadi, berhati-hatilah terhadap nasihat yang diberikan orang lain. Pastikan nasihat itu sesuai dengan kehendak Tuhan. Jangan menuruti nasihat orang fasik dan juga jangan memberikan nasihat kepada orang lain untuk berbuat jahat.

Kiranya renungan ini boleh menjadi pengingat kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 1 (Bagian 3) – Ketika Manusia Menolak Allah

Paulus kemudian membawa kita kepada sebuah kenyataan yang serius. “Sebab murka Allah nyata dari sorga…

10 hours ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 2) – Tidak Malu terhadap Injil

Paulus melanjutkan suratnya kepada jemaat di Roma dengan mengungkapkan kerinduannya untuk mengunjungi mereka. Ia berkata,…

1 day ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 1) – Siapa Kita?

Paulus membuka suratnya kepada jemaat di Roma dengan memperkenalkan dirinya sebagai “… hamba Kristus Yesus,…

2 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 7) – Berbuahlah

Pada bagian sebelumnya, kita diingatkan untuk tidak menghabiskan waktu dalam pertengkaran dan perdebatan yang sia-sia.…

3 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 6) – Perdebatan

“Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan serta pertengkaran tentang hukum…

4 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 5) – Iman yang Menghasilkan Perbuatan Baik

Paulus menunjukkan hasil yang seharusnya terlihat dari kehidupan yang telah menerima kasih karunia itu, yaitu…

5 days ago