Renungan Kitab 2 Tawarikh

Perenungan 2 Tawarikh 20 – Kepercayaan Total

Pasal ini menceritakan kisah Raja Yosafat menghadapi serangan besar dari musuh-musuh Yehuda. Baca atau dengarkan kisah lengkapnya di pasal ini.

“Menjelang akhir pemerintahan Yosafat, kerajaan Yehuda diserbu oleh pasukan yang membuat penduduk negeri itu gemetar …. namun dalam krisis ini ia tidak mengandalkan kekuatan manusia. Bukan dengan pasukan yang terlatih dan kota-kota yang dipagari, tetapi dengan iman yang hidup kepada Allah Israel ….”

Conflict and Courage 217.2

Apa yang ia lakukan? Ia mengajak seluruh Yehuda untuk berpuasa dan berdoa meminta pertolongan dari Tuhan (ayat 3-4).

“Berdiri di pelataran bait suci di hadapan rakyatnya, Yosafat mencurahkan jiwanya dalam doa, memohon janji-janji Tuhan, dengan pengakuan akan ketidakberdayaan Israel . . . .”

Conflict and Courage 217.3

“Selama bertahun-tahun ia telah mengajar orang-orang untuk percaya kepada Dia yang pada zaman dahulu begitu sering campur tangan untuk menyelamatkan orang-orang pilihan-Nya dari kehancuran total; dan sekarang, ketika kerajaan dalam bahaya, Yosafat tidak berdiri sendiri; “seluruh Yehuda berdiri di hadapan Tuhan, dengan anak-anak mereka yang masih kecil, istri-istri mereka, dan anak-anak mereka.” Mereka berpuasa dan berdoa bersama-sama; mereka bersatu padu memohon kepada Tuhan agar mengacaukan musuh-musuh mereka, agar nama Tuhan dipermuliakan. . . .”

Conflict and Courage 217.4

“Allah adalah kekuatan Yehuda dalam krisis ini, dan Dia adalah kekuatan umat-Nya saat ini. Kita tidak boleh percaya kepada para pangeran, atau menempatkan manusia di tempat Allah. Kita harus ingat bahwa manusia bisa salah dan melakukan kesalahan ….”

Conflict and Courage 217.5

Doa Yosafat mengingatkan kita bagaimana berdoa dengan mengakui kuasa Tuhan, mengingat janji-Nya, dan menyerahkan ketakutan kita kepada-Nya. Ayat 12 sangat menyentuh: “Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu.” Ini adalah bentuk kerendahan hati dan kepercayaan total pada Tuhan.

Kiranya kita bisa seperti Yosafat, yaitu memberikan kepercayaan total kepada Tuhan.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 13 (Bagian 3) – Jangan Menyia-nyiakan Kesempatan

“Dari Perga mereka melanjutkan perjalanan mereka, lalu tiba di Antiokhia di Pisidia. Pada hari Sabat…

20 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 13 (Bagian 2) – Jangan Menolak Terang Kebenaran

Setelah diutus, Paulus dan Barnabas mulai memberitakan Injil ke berbagai tempat. Dalam perjalanan itu, mereka…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 13 (Bagian 1) – Dipanggil untuk Pekerjaan Tuhan

Kisah Para Rasul pasal 13 menjadi titik penting dalam perjalanan pekabaran Injil. Di pasal inilah…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 3) – Ditinggikan atau Direndahkan?

Setelah peristiwa pembebasan Petrus, kisah beralih kepada Raja Herodes. Ia tampil di hadapan rakyat dengan…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 2) – Ketika Tuhan Menjawab di Luar Dugaan

Mari kita lanjutkan Kisah Para Rasul pasal 12, ketika Petrus berada di dalam penjara. Situasinya…

6 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 1) – Di Tengah Tekanan, Tetap Berdoa

Mari kita belajar dari Kisah Para Rasul pasal 12, bagian awal yang menceritakan tentang penganiayaan…

7 days ago