Lagu

Menaruh Hukum di Dalam Lagu Rohani

Musa adalah seorang hamba Tuhan yang sangat luar biasa. Kita sudah banyak mendengar kisah-kisahnya melalui apa yang dituliskan di dalam Alkitab—bagaimana mujizat kehidupannya ketika ia masih bayi, memiliki kedudukan tinggi di Mesir, dipanggil dan dilatih oleh Tuhan selama 40 tahun, hingga memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan menuju ke tanah perjanjian.

Tetapi tahukah Anda bahwa Musa adalah juga seseorang yang mengerti musik? Buku The Voice in Speech and Song halaman 446-447 mengatakan,

Musa mengarahkan orang-orang Israel untuk menggabungkan kata-kata dari hukum kepada musik. Sementara anak-anak yang lebih dewasa memainkan alat musik, anak-anak yang lebih kecil berbaris, menyanyi lagu hukum-hukum Allah. Beberapa tahun kemudian mereka masih mengingat di dalam pikiran mereka kata-kata hukum yang mereka pelajari di masa kecil.

Jika penting bagi Musa untuk menaruh hukum-hukum di dalam lagu-lagu rohani, sehingga sementara mereka berjalan di padang gurun, anak-anak dapat belajar untuk menyanyikan hukum dari ayat demi ayat, betapa pentingnya pada saat ini untuk mengajarkan anak-anak kita Firman Tuhan!

Kita yang hidup akhir dari akhir zaman ini sedang dipenuhi dengan hal-hal yang mengalihkan pikiran kita dari Tuhan. Betapa pentingnya untuk kita selalu mengisi pikiran kita bukan dengan lirik lagu-lagu galau, lirik yang mengandalkan manusia gantinya Tuhan; betapa indahnya jika anak-anak Tuhan mengisi pikirannya dengan Firman dan kebenaran Tuhan yang akan menjadi perisai dan penolong mereka.

Seperti yang dikatakan di dalam Filipi 4:8 “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.”

Selamat pagi dan Tuhan menyertai kita semua.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

1 hour ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 2) – Tetap Melayani di Tengah Tantangan

Setelah tiba di Pulau Malta, Paulus bukan hanya berdiam diri menikmati kehangatan api yang telah…

5 days ago