Renungan Kitab 2 Tawarikh

Perenungan 2 Tawarikh 19 – Pembaruan Rohani

Setelah peristiwa di pasal 18, pada pasal ini memperlihatkan bagaimana Raja Yosafat ditegur dan diberikan amaran perbaikan dan kemudian ia melakukan pembaruan rohani di Yehuda.

Raja Yosafat ditegur oleh nabi Yehu karena bersekutu dengan Raja Ahab, seorang yang fasik (ayat 1-3). Walau ia raja yang baik, keputusan yang salah tetap mendapatkan teguran dari Tuhan.

Kita bisa menjadi orang yang tulus dan takut akan Tuhan, tetapi keputusan buruk tetap memiliki konsekuensi. Tuhan menegur karena Ia mengasihi dan ingin memulihkan kita.

Lalu apa respons Yosafat ketika mendapat teguran dan amaran untuk perbaikan?

Alih-alih marah atau keras hati, Yosafat menerima teguran itu dengan mengadakan reformasi rohani. Ia pergi ke seluruh negeri untuk membawa umat kembali kepada Tuhan (baca kisah lengkapnya apa saja pembaruan rohani yang dilakukan Yosafat di pasal ini)

“Tahun-tahun terakhir dalam pemerintahan Yosafat sebagian besar dipergunakan untuk memperkuat pertahanan nasional dan kerohanian Yudea.”

Prophets and Kings 196.4

“Sang raja memperingatkan agar para hakim ini berlaku setia.”

Prophets and Kings 197.3

Dari sini kita juga diingatkan pentingnya kerendahan hati. Mengapa? Karena kerendahan hati untuk menerima teguran adalah kunci pertumbuhan rohani. Pemimpin yang sejati akan membawa perubahan setelah dikoreksi oleh Tuhan.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita mau menerima teguran Tuhan dengan kerendahan hati? Apakah kita sudah membuat pembaruan rohani dalam kehidupan kita? 

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

5 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

5 days ago