Renungan Kitab 2 Tawarikh

Perenungan 2 Tawarikh 18 – Mengabaikan Peringatan Tuhan

Pasal ini mencatat kisah Raja Yosafat dari Yehuda yang bekerja sama dengan Raja Ahab dari Israel untuk berperang melawan Ramot-Gilead. Sebelum mereka berperang, Yosafat mengusulkan kepada Ahab untuk bertanya terlebih dahulu kepada Tuhan.

Lalu apa tanggapan atau respons dari Ahab?

“Sebagai sambutan, Ahab memanggil empat ratus nabi palsu di Samaria.”

Prophets and Kings 195.2

Jadi, ketika Yosafat meminta agar mereka mencari petunjuk Tuhan sebelum berperang, Ahab mengumpulkan nabi-nabi palsu yang hanya mengatakan apa yang ingin dia dengar. Yosafat menyadari ada yang tidak beres dan bertanya, “Tidakkah ada lagi seorang nabi TUHAN di sini?” (ay. 6)

Singkat ceritanya ada seorang nabi yang bernama Mikha bin Yimla menyampaikan nubuat yang tidak menyenangkan. Baca atau dengarkan kisah lengkapnya di pasal ini.

Lalu apa respons mereka mendengar perkataan dari Nabi Mikha?

“Perkataan nabi itu seharusnya telah cukup menunjukkan kepada raja-raja tersebut bahwa proyek mereka tidak direstui Surga, tetapi tak seorang dari kedua raja itu yang cenderung memperhatikan amaran itu.”

Prophets and Kings 196.1

Lalu apa yang terjadi?

Raja Ahab akhirnya mati walaupun ia sudah menyamar (baca ayat 28-34).

Pelajaran apa saja yang bisa kita ambil dari kisah ini?

Pertama, di dalam membuat keputusan, kita harus sungguh-sungguh mencari kehendak Tuhan, bukan hanya sekadar membenarkan keinginan sendiri.

Kedua, menolak dan mengabaikan peringatan Tuhan akan membawa pada kehancuran, walaupun seseorang mencoba berbagai macam cara untuk menyelamatkan diri.

Kiranya renungan hari ini boleh menjadi berkat bagi kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 5 (Bagian 7) – Pengharapan yang Tidak Mengecewakan

“Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh…

2 hours ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 6) – Kesengsaraan, Ketekunan, dan Tahan Uji

“Dan ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan.” Roma 5:4 Pada bagian sebelumnya,…

1 day ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 5) – Bermegah dalam Kesengsaraan

“Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu,…

2 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 4) – Bermegah dalam Pengharapan

Setelah mengatakan bahwa melalui Kristus kita memperoleh jalan masuk kepada kasih karunia, Paulus melanjutkan dalam…

3 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 3) – Jalan Masuk kepada Kasih Karunia

Setelah menjelaskan bahwa kita memiliki damai dengan Allah melalui Yesus Kristus, Paulus melanjutkan dalam Roma…

4 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 2) – Damai dengan Allah

Pada bagian sebelumnya, kita melihat bahwa kita dibenarkan karena iman. Sekarang Paulus melanjutkan dengan menunjukkan…

5 days ago