Renungan Kitab 2 Korintus

Perenungan 2 Korintus 9 – Memberi dengan Rela Hati

Dalam pasal ini, Rasul Paulus melanjutkan pembahasannya tentang memberi. Namun ia tidak hanya berbicara tentang jumlah, melainkan tentang hati di balik pemberian itu.

Memberi yang berkenan di hadapan Tuhan bukanlah pemberian yang dilakukan karena terpaksa, melainkan yang lahir dari hati yang rela dan penuh sukacita.

“Lebih baik tidak memberi sama sekali daripada memberi dengan bersungut-sungut; sebab jika kita memberikan dari apa yang kita miliki tanpa kerelaan hati, itu berarti kita menghina Tuhan.”

Counsels on Stewardship 199.1

Tuhan tidak hanya melihat apa yang kita berikan, tetapi juga sikap hati kita saat memberi. Pemberian yang disertai keluhan atau keterpaksaan kehilangan makna di hadapan-Nya.

Namun firman Tuhan juga mengingatkan kita bahwa memberi tidak akan membuat kita kekurangan. Justru, Tuhan sanggup melimpahkan kasih karunia-Nya, sehingga kita selalu berkecukupan, bahkan berkelebihan untuk setiap perbuatan baik.

Karena itu, mari belajar memberi dengan hati yang rela. Percayalah, Tuhan sanggup mencukupkan, bahkan melimpahkan berkat-Nya dalam hidup kita.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

16 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

6 days ago