Renungan Kitab 2 Korintus

Perenungan 2 Korintus 8 – Tidak Menunggu Kaya untuk Memberi

Sering kali kita berkata, “Saat aku kaya, aku akan memberi lebih banyak.” Tapi jemaat Makedonia membuktikan sebaliknya: mereka tidak menunggu menjadi kaya, tetapi tetap memberi di tengah kekurangan.

Pada pasal ini, Paulus menceritakan mengenai jemaat di Makedonia yang meskipun dalam “kekurangan,” justru melimpah dalam kemurahan. Secara logika, ini tidak masuk akal. Biasanya orang memberi dari kelebihan, tetapi mereka memberi dari kekurangan.

Apa rahasianya?

“Kerelaan untuk berkorban dari orang-orang percaya Makedonia muncul sebagai hasil dari pengabdian sepenuh hati. Digerakkan oleh Roh Allah, mereka ‘pertama-tama menyerahkan diri mereka kepada Tuhan’ (2 Korintus 8:5), kemudian mereka rela memberikan milik mereka dengan limpah untuk mendukung pemberitaan Injil.”

The Acts of the Apostles 343.2

“Dalam kesederhanaan dan ketulusan mereka, dan dalam kasih mereka kepada saudara-saudara seiman, mereka dengan senang hati menyangkal diri, dan dengan demikian berlimpah dalam buah kemurahan hati.”

The Acts of the Apostles 343.2

Jadi, memberi yang sejati tidak dimulai dari kelimpahan, tetapi dari hati yang sudah lebih dahulu diserahkan kepada Tuhan. Ketika hati telah menjadi milik-Nya, memberi bukan lagi beban, melainkan sukacita.

Mengapa pasal ini dicatat? Agar menjadi teladan bagi kita dan mendorong kita melakukan hal yang sama.

“Allah menggerakkan orang-orang Makedonia ini dalam kemiskinan mereka yang mendalam untuk memberi dengan murah hati agar teladan mereka dapat dicatat, sehingga mendorong orang lain untuk melakukan kemurahan hati yang sama.”

The SDA Bible Commentary, Vol. 6, 1102.9

Hari ini, mungkin kita merasa tidak punya banyak. Namun Tuhan tidak menunggu kita menjadi cukup; Ia rindu agar kita memiliki hati yang rela. Sebab dari hati yang diserahkan pada Tuhan, akan selalu ada sesuatu yang bisa diberikan.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 1 (Bagian 6) – Jangan Keraskan Hati

“Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran…

10 hours ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 5) – Ketika Hati Menjauh dari Allah

Roma 1:26–27 menunjukkan kepada kita akibat yang semakin jauh ketika manusia terus-menerus menolak Allah. Paulus…

1 day ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 4) – Menukar Kebenaran dengan Kebohongan

Setelah menjelaskan bagaimana manusia menolak Allah, Paulus menunjukkan akibat yang terjadi ketika manusia memilih untuk…

2 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 3) – Ketika Manusia Menolak Allah

Paulus kemudian membawa kita kepada sebuah kenyataan yang serius. “Sebab murka Allah nyata dari sorga…

3 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 2) – Tidak Malu terhadap Injil

Paulus melanjutkan suratnya kepada jemaat di Roma dengan mengungkapkan kerinduannya untuk mengunjungi mereka. Ia berkata,…

4 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 1) – Siapa Kita?

Paulus membuka suratnya kepada jemaat di Roma dengan memperkenalkan dirinya sebagai “… hamba Kristus Yesus,…

5 days ago