Renungan Kitab 2 Korintus

Perenungan 2 Korintus 7 (Bagian 2) – Dukacita Dunia

Kemarin kita melihat dukacita yang membawa kepada keselamatan. Namun hari ini, kita akan melihat jenis dukacita yang justru membawa kepada kematian.

Ingatlah bahwa keduanya menghasilkan akhir yang sangat berbeda:

  • Dukacita Allah → pertobatan & keselamatan
  • Dukacita dunia → kematian

Dukacita Dunia
Fokusnya: perasaan saja

  • Sedih karena konsekuensi, bukan karena dosa
  • Tidak ada perubahan nyata
  • Bisa berujung putus asa
  • Akhirnya: kematian

Dukacita menurut dunia hanya berhenti pada perasaan sedih atau penyesalan tanpa perubahan. Seseorang bisa merasa bersalah, tetapi tidak benar-benar meninggalkan dosanya. Biasanya muncul karena takut akan konsekuensi dosa (ketahuan, dihukum, kehilangan sesuatu), tapi tidak ada pertobatan nyata.

Contohnya: Firaun berkali-kali menyesal saat tulah datang, tetapi hatinya tidak berubah (Keluaran 9–10).

“Pengakuan itu dipaksakan keluar dari jiwanya yang bersalah oleh rasa penghukuman yang mengerikan dan ketakutan akan penghakiman. Konsekuensi yang akan menimpanya membuatnya ketakutan, tetapi tidak ada kesedihan yang mendalam dan memilukan di dalam jiwanya, karena ia telah mengkhianati Anak Allah yang tak bernoda dan menyangkal Yang Kudus dari Israel. Firaun, ketika menderita di bawah penghakiman Allah, mengakui dosanya agar terhindar dari hukuman lebih lanjut, tetapi kembali menentang Surga begitu tulah-tulah itu berhenti. Semua ratapan semacam ini hanyalah akibat-akibat dosa itu, tetapi bukan karena berdukacita atas dosa itu sendiri.”

Steps to Christ 24.1

Banyak orang sedih karena hukuman dosa, tetapi tidak sungguh-sungguh meninggalkan dosanya. Dukacita seperti inilah yang Tuhan tidak inginkan terjadi dalam hidup kita.

Oleh sebab itu, marilah kita memeriksa diri: apakah kesedihan kita lahir dari kasih kepada Allah yang telah disakiti, atau hanya dari ketakutan akan penderitaan yang menimpa diri kita sendiri?

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 8 (Bagian 12) – Allah Menuntun Kita Menuju Kemuliaan

“Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka…

48 minutes ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 11) – Dibentuk Menjadi Serupa dengan Kristus

“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa…

1 day ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 10) – Allah Turut Bekerja untuk Mendatangkan Kebaikan

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka…

2 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 9) – Roh Kudus Menolong dalam Kelemahan Kita

“Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus…

3 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 8) – Menantikan Penebusan dengan Tekun

“Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 7) – Dua Pengkhotbah

Renungan hari ini panjang. Pastikan Anda menyediakan waktu khusus untuk membaca sedikit lebih lama dari…

5 days ago