Renungan Kitab 2 Korintus

Perenungan 2 Korintus 1 – Penghiburan yang Lahir dari Penderitaan

Apa maksud ayat ini? Mari kita baca kutipan di bawah ini.

“Melalui penderitaanlah Yesus memperoleh pelayanan penghiburan. Dalam segala penderitaan umat manusia, Ia menderita; dan ‘Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.’ Ibrani 2:18.”

Thoughts from the Mount of Blessing 13.1

Ayat ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat erat antara penderitaan dan penghiburan. Kita tidak menerima penghiburan tanpa melalui proses, tetapi justru sering kali penghiburan terbesar lahir dari penderitaan yang kita alami bersama Kristus.

Yesus Kristus sendiri telah lebih dahulu menempuh jalan itu. Ia tidak hanya melihat penderitaan manusia, tetapi masuk ke dalamnya dan mengalaminya. Karena itu, Ia sanggup menghibur kita dengan pengertian yang sempurna dan kasih yang mendalam.

“Tuhan memiliki kasih karunia khusus bagi orang yang berduka, dan kuasanya adalah untuk meluluhkan hati, untuk memenangkan jiwa. Kasih-Nya membuka jalan ke dalam jiwa yang terluka dan remuk, dan menjadi balsam penyembuhan bagi mereka yang berduka.”

Thoughts from the Mount of Blessing 13.1

Dari sini kita belajar bahwa penghiburan sejati tidak lepas dari penderitaan. Tuhan sering memakai pengalaman hidup kita, bahkan yang paling menyakitkan untuk membentuk hati kita dan memperdalam kasih kita.

Firman Tuhan juga mengingatkan:

Penghiburan yang kita terima dari Tuhan bukan untuk disimpan sendiri. Tuhan rindu agar kita menjadi saluran penghiburan bagi orang lain. Luka yang pernah kita alami, ketika disentuh oleh kasih Tuhan, justru menjadi pintu untuk menjangkau jiwa-jiwa yang terluka.

Oleh karena itu, jangan sia-siakan setiap penderitaan. Tetaplah percaya kepada Yesus Kristus, karena melalui Dia, setiap luka dapat diubahkan menjadi berkat, dan setiap air mata dapat menjadi penghiburan bagi sesama.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 4) – Sukar Menendang ke Galah Rangsang

Kemarin kita sudah membahas “Mengapa engkau menganiaya Aku?” dan hari ini kita akan membahas ungkapan…

23 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 3) – Mengapa Engkau Menganiaya Aku?

Di hadapan Raja Agripa, Paulus melanjutkan kesaksiannya tentang peristiwa yang mengubah seluruh hidupnya. Dalam perjalanan…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 2) – Kuasa Tuhan yang Mengubahkan

Di hadapan Raja Agripa, Paulus mulai menceritakan kehidupannya sebelum bertobat. Ia menjelaskan bahwa dahulu ia…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 1) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah berbagai tuduhan dan persidangan yang dialaminya, Paulus kini berdiri di hadapan Raja Agripa, Bernike,…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 6) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah mendengar penjelasan Festus mengenai perkara Paulus, Raja Agripa berkata: “… ‘Aku ingin mendengar orang…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 5) – Yesus yang Hidup

Setelah Paulus naik banding kepada Kaisar, Raja Agripa dan Bernike datang mengunjungi Festus di Kaisarea.…

6 days ago