Renungan Kitab 1 Korintus

Perenungan 1 Korintus 8 – Jangan Menjadi Batu Sandungan

Dalam pasal ini, Rasul Paulus membahas tentang makanan yang dipersembahkan kepada berhala. Secara pengetahuan, orang percaya tahu bahwa berhala bukan apa-apa dan hanya ada satu Allah yang benar. Namun Paulus mengingatkan bahwa tidak semua orang memiliki pengertian yang sama kuat.

Jemaat di Korintus hidup di tengah budaya penyembahan berhala yang sangat kuat. Di kota Korintus, banyak makanan dijual di pasar setelah sebelumnya dipersembahkan di kuil-kuil berhala. Secara praktis, hampir tidak mungkin menghindari daging semacam itu.

Sebagian orang percaya yang memiliki pengertian teologis yang lebih matang berkata:

  • “Berhala tidak ada artinya.”
  • “Hanya ada satu Allah yang benar.”
  • “Jadi makan daging itu tidak masalah.”

Secara doktrin, mereka benar. Paulus sendiri menegaskan bahwa memang hanya ada satu Allah dan satu Tuhan, Yesus Kristus (ayat 4-6).

Namun masalahnya bukan soal benar atau salah secara teologi, melainkan soal dampaknya terhadap saudara seiman yang imannya masih lemah.

Sebagian anggota jemaat:

  • Baru bertobat dari penyembahan berhala.
  • Hati nuraninya masih peka dan mudah terganggu.
  • Jika melihat orang Kristen lain makan makanan itu, mereka bisa terseret kembali pada kebiasaan lama atau merasa bersalah.

Paulus menyatakan bahwa jika tindakan kita melukai hati nurani saudara yang lemah, itu sama dengan berdosa terhadap Kristus (ayat 12). Bahkan ia berkata, “Jika makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku tidak akan makan daging lagi selama-lamanya” (ayat 13).

Jadi, mari kita menunjukkan kedewasaan rohani bukan melalui seberapa banyak yang kita ketahui, tetapi melalui seberapa besar kita rela berkorban demi orang lain. Jangan sampai apa yang benar bagi kita menjadi batu sandungan bagi orang lain.

Kiranya setiap keputusan kita dipimpin oleh kasih, bukan oleh kesombongan rohani.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 1 (Bagian 6) – Jangan Keraskan Hati

“Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran…

9 hours ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 5) – Ketika Hati Menjauh dari Allah

Roma 1:26–27 menunjukkan kepada kita akibat yang semakin jauh ketika manusia terus-menerus menolak Allah. Paulus…

1 day ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 4) – Menukar Kebenaran dengan Kebohongan

Setelah menjelaskan bagaimana manusia menolak Allah, Paulus menunjukkan akibat yang terjadi ketika manusia memilih untuk…

2 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 3) – Ketika Manusia Menolak Allah

Paulus kemudian membawa kita kepada sebuah kenyataan yang serius. “Sebab murka Allah nyata dari sorga…

3 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 2) – Tidak Malu terhadap Injil

Paulus melanjutkan suratnya kepada jemaat di Roma dengan mengungkapkan kerinduannya untuk mengunjungi mereka. Ia berkata,…

4 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 1) – Siapa Kita?

Paulus membuka suratnya kepada jemaat di Roma dengan memperkenalkan dirinya sebagai “… hamba Kristus Yesus,…

5 days ago