Renungan Kitab 1 Korintus

Perenungan 1 Korintus 14 (Bagian 3) – Prinsip Penggunaan Bahasa Roh

Renungan hari ini agak panjang, mohon luangkan waktu untuk membacanya.

Dalam 1 Korintus pasal 14, rasul Paulus memberikan beberapa syarat atau prinsip penggunaan bahasa roh agar ibadah tetap membangun jemaat dan berlangsung dengan tertib. Pasal ini tidak melarang bahasa roh, tetapi mengaturnya supaya tidak menimbulkan kekacauan.

Berikut beberapa syarat yang dijelaskan Paulus:

1. Harus ada penafsiran

Jika tidak ada yang menafsirkan, maka bahasa roh tidak membangun jemaat, karena tidak ada yang mengerti.

2. Jika tidak ada penafsir, harus diam

Artinya bahasa roh tidak boleh diucapkan di depan jemaat jika tidak ada penafsiran.

3. Dilakukan dalam kelompok kecil

Paulus membatasi hanya 2-3 orang saja yang berbicara dalam bahasa roh supaya ibadah tetap teratur.

4. Dilakukan bergiliran

Tidak boleh berbicara bersamaan sehingga menimbulkan kekacauan, tetapi bergantian.

5. Tujuannya untuk membangun jemaat

Di seluruh pasal ini Paulus menekankan prinsip utama:

Jadi bahasa roh juga harus digunakan untuk membangun jemaat.

Dari 1 Korintus 14, bahasa roh dalam ibadah harus memenuhi beberapa syarat:

  1. Ada penafsiran.
  2. Jika tidak ada penafsir, harus diam.
  3. Dilakukan oleh dua atau tiga orang saja.
  4. Dilakukan bergiliran.
  5. Tujuannya untuk membangun jemaat.

Paulus tidak menolak bahasa roh. Bahkan ia berkata bahwa ia berbicara dalam bahasa roh lebih dari mereka semua (1 Korintus 14:18). Namun dalam ibadah jemaat, ia lebih memilih “Lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain, daripada beribu-ribu kata dengan bahasa roh.” (1 Korintus 14:19)

Satu firman Tuhan yang jelas dan dimengerti lebih membangun jemaat daripada ribuan kata rohani yang tidak dipahami.

Prinsip penting dari pasal ini adalah:

Karunia Roh tidak pernah diberikan untuk menciptakan kekacauan, emosi yang tidak terkendali, atau pertunjukan rohani. Semua harus dilakukan dengan tertib dan teratur (1 Korintus 14:40).

“Allah adalah Allah yang teratur. Segala sesuatu yang berhubungan dengan surga berada dalam keteraturan yang sempurna; ketaatan dan disiplin yang menyeluruh menandai pergerakan para malaikat.”

Patriarchs and Prophets 376.1

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

21 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

6 days ago