Renungan Kitab 1 Korintus

Perenungan 1 Korintus 14 (Bagian 2) – Apa Itu Bahasa Roh?

Apa itu bahasa roh? Untuk menjawab pertanyaan ini, peristiwa pertama yang jelas mengenai hal ini terjadi pada Kisah Para Rasul pasal 2 pada hari Pentakosta.

Ketika Roh Kudus dicurahkan, para murid berbicara dalam berbagai bahasa, dan orang-orang dari banyak bangsa berkata:

Jadi, bahasa roh adalah bahasa yang nyata yang ada di saat ini, yaitu bahasa manusia yang sebelumnya tidak mereka pelajari. Tujuannya adalah supaya Injil dapat dimengerti oleh orang dari berbagai bangsa dan suku dan bahasa.

Itulah sebabnya Paulus juga menjelaskan bahwa bahasa roh perlu ditafsirkan (1 Kor. 14:13).

Artinya bahasa tersebut bisa dimengerti jika ada yang menafsirkan atau menerjemahkan. Misalnya, seorang pengkhotbah berkhotbah dalam bahasa Korea kepada jemaat yang berbahasa Indonesia; maka dibutuhkan penerjemah supaya semua orang dapat memahami isi khotbah tersebut.

Namun dalam peristiwa Pentakosta ada hal yang berbeda. Orang-orang dari berbagai bangsa dapat langsung memahami berita Injil tanpa penerjemah, karena Roh Kudus membuat mereka mendengar dan mengerti dalam bahasa mereka masing-masing.

Ada juga kesaksian yang menggambarkan pengalaman serupa. Seorang gembala jemaat yang baru ditempatkan di sebuah daerah pelosok di Indonesia belum bisa berbicara bahasa daerah setempat. Ketika ia mengunjungi rumah seorang warga, ia berbicara dalam bahasa Indonesia. Namun orang tersebut justru mendengar seolah-olah gembala itu berbicara dalam bahasa daerah mereka sendiri. Dalam pengalaman seperti ini, Roh Kudus memberi pengertian kepada pendengar.

Jadi, ada dua bentuk bahasa roh yang dicatat di Alkitab:

  1. Bahasa roh yang membutuhkan penafsiran atau penerjemahan (1 Kor. 14:13).
  2. Bahasa roh yang dimengerti oleh para pendengar dalam bahasa mereka masing-masing, seperti pada peristiwa Pentakosta (Kis. 2:5–11).

Jadi, itulah bahasa roh yang sesuai dengan apa yang ditulis oleh Alkitab. Besok kita akan belajar prinsip penggunaan bahasa roh. Kiranya pelajaran ini boleh memberkati kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 13 (Bagian 3) – Jangan Menyia-nyiakan Kesempatan

“Dari Perga mereka melanjutkan perjalanan mereka, lalu tiba di Antiokhia di Pisidia. Pada hari Sabat…

10 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 13 (Bagian 2) – Jangan Menolak Terang Kebenaran

Setelah diutus, Paulus dan Barnabas mulai memberitakan Injil ke berbagai tempat. Dalam perjalanan itu, mereka…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 13 (Bagian 1) – Dipanggil untuk Pekerjaan Tuhan

Kisah Para Rasul pasal 13 menjadi titik penting dalam perjalanan pekabaran Injil. Di pasal inilah…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 3) – Ditinggikan atau Direndahkan?

Setelah peristiwa pembebasan Petrus, kisah beralih kepada Raja Herodes. Ia tampil di hadapan rakyat dengan…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 2) – Ketika Tuhan Menjawab di Luar Dugaan

Mari kita lanjutkan Kisah Para Rasul pasal 12, ketika Petrus berada di dalam penjara. Situasinya…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 1) – Di Tengah Tekanan, Tetap Berdoa

Mari kita belajar dari Kisah Para Rasul pasal 12, bagian awal yang menceritakan tentang penganiayaan…

6 days ago