Seri Nadab dan Abihu

Nadab dan Abihu Part 4 — Jangan Simpati Terhadap Dosa

Kisah Nadab dan Abihu setelah mereka mati, ada sesuatu yang menarik yang dicatat Alkitab.

“Kemudian berkatalah Musa kepada Harun dan kepada Eleazar dan Itamar, anak-anak Harun: ‘Janganlah kamu berkabung dan janganlah kamu berdukacita, supaya jangan kamu mati dan jangan TUHAN memurkai segenap umat ini, tetapi saudara-saudaramu, yaitu seluruh bangsa Israel, merekalah yang harus menangis karena api yang dinyalakan TUHAN itu.'”

Imamat 10:6

Lalu apa respon Harun pada waktu diingatkan untuk tidak berkabung dan berdukacita?

“Harun berdiam diri. Kematian anak-anaknya, yang terjadi tanpa amaran, dalam satu dosa yang hebat itu — satu dosa yang sekarang dilihatnya bahwa itu adalah akibat daripada kelalaiannya sendiri terhadap tugasnya — telah menekan hati.”

Patriarchs and Prophets 361.1-2

“Sang ayah dengan rasa duka, tetapi ia tidak mencetuskan perasaannya itu. Ia seolah-olah tidak mau menunjukkan simpati terhadap dosa dengan memperlihatkan perasaan susahnya. Perhimpunan itu tidak boleh dituntun untuk bersungut-sungut terhadap Tuhan.”

Patriarchs and Prophets 361.1-2

“Tuhan mau mengajar umat-Nya untuk mengakui keadilan tindakan-Nya untuk memperbaiki itu, agar orang lain merasa takut. Ada orang-orang di antara bangsa Israel, yang untuknya amaran hukuman yang mengerikan ini, sebenarnya dapat menyelamatkan mereka daripada tindakan yang takebur terhadap panjang sabar Tuhan sampai mereka, juga memeteraikan nasib mereka sendiri.”

Patriarchs and Prophets 361.1-2

“Tempelakan Ilahi dinyatakan kepada rasa simpati yang salah terhadap orang berdosa yang berusaha mencari dalih bagi dosanya.”

Patriarchs and Prophets 361.1-2

“Adalah pengaruh dari dosa yang telah melenyapkan pandangan moral, sehingga orang yang berbuat dosa itu tidak menyadari kejinya pelanggaran, dan tanpa kuasa Roh Kudus yang meyakinkan itu, ia tetap tinggal dalam keadaan setengah buta terhadap dosanya.”

Patriarchs and Prophets 361.1-2

“Adalah tugas hamba-hamba Kristus untuk menunjukkan kepada orang berdosa itu akan bahaya yang sedang dihadapinya.”

Patriarchs and Prophets 361.1-2

“Mereka yang menghilangkan pengaruh daripada amaran itu dengan membutakan mata orang berdosa terhadap sifat-sifat dan akibat-akibat yang sebenarnya dari dosa sering membanggakan diri bahwa mereka memberikan bukti tentang belas kasihan mereka; tetapi mereka sedang menentang dan menghalangi dengan secara langsung akan pekerjaan Roh Kudus Tuhan; mereka sedang menina bobokan orang berdosa supaya tetap berdiam di tepi jurang kebinasaan; mereka sedang menjadikan diri mereka sendiri ambil bahagian dalam dosanya dan mendatangkan satu tanggung jawab yang mengerikan atas tidak bertobatnya orang itu. Banyak, banyak orang yang telah binasa sebagai akibat daripada rasa simpati yang palsu dan menipu itu.”

Patriarchs and Prophets 361.1-2

Oleh karena itu biarlah kita juga selalu menyatakan dosa itu dosa! Jangan dibalik-balik karena “Celakalah mereka yang menyebutkan kejahatan itu baik dan kebaikan itu jahat, yang mengubah kegelapan menjadi terang dan terang menjadi kegelapan, yang mengubah pahit menjadi manis, dan manis menjadi pahit.” (Yesaya 5:20)

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 19 (Bagian 1) – Kuasa yang Mengubahkan Hidup

Ketika tiba di Efesus, Paulus bertemu dengan beberapa murid dan mengajukan sebuah pertanyaan yang menarik:…

16 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 4) – Hati yang Mau Diajar

Di bagian akhir Kisah Para Rasul 18, Alkitab memperkenalkan seorang bernama Apolos. Ia adalah orang…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 3) – Ketika Tuhan Menggagalkan Rencana Manusia

Ketika pelayanan Paulus di Korintus semakin berkembang, orang-orang Yahudi yang menolak Injil mulai melawan Paulus.…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 2) – Jangan Diam

Di Korintus, pelayanan Paulus tidak selalu berjalan mudah. Ketika ia memberitakan Injil, sebagian orang mulai…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 1) – Menjadi Saksi

Setelah meninggalkan Atena, Paulus tiba di Korintus. Di sana ia bertemu dengan sepasang suami istri,…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 4) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Setelah Paulus menjelaskan tentang Allah yang benar di Atena, ia mulai berbicara tentang pertobatan dan…

6 days ago