Seri Nadab dan Abihu

Nadab dan Abihu Part 3 — Hukuman Langsung Tanpa Peringatan

Begitu mereka menggunakan api asing, “Maka keluarlah api dari hadapan TUHAN, lalu menghanguskan keduanya, sehingga mati di hadapan TUHAN.” (Imamat 10:2)

Jika kita membaca kisah ini, pernahkah kita bertanya, “Mengapa Tuhan langsung menghukum mereka tanpa memberikan peringatan terlebih dahulu? Apakah Tuhan itu adil?”

Apakah Anda tahu?

Nadab dan Abihu ini setingkat di bawah Musa dan Harun. Jadi bisa dikatakan bahwa mereka berdiri dalam kedudukan yang tertinggi di antara orang Israel.

Dari mana kita tahu mereka memiliki kedudukan yang tinggi?

Mari kita perhatikan ayat ini:

“Berfirmanlah Ia kepada Musa: ‘Naiklah menghadap TUHAN, engkau dan Harun, Nadab dan Abihu dan tujuh puluh orang dari para tua-tua Israel dan sujudlah kamu menyembah dari jauh.’“

Keluaran 24:1

“Mereka telah mendapat kehormatan dari Tuhan dengan cara yang istimewa, dengan diizinkannya mereka bersama-sama dengan tujuh puluh tua-tua untuk memandang kemuliaan-Nya di atas gunung itu. Tetapi sekalipun demikian pelanggaran mereka tidak dapat dimaafkan atau dianggap remeh. Semuanya itu menyebabkan dosanya menjadi lebih keji. Oleh sebab manusia telah menerima terang yang besar, oleh sebab mereka sudah, seperti penghulu-penghulu Israel, naik ke atas gunung, dan mempunyai kesempatan untuk berhubungan dengan  Tuhan, dan tinggal di dalam terang kemuliaan-Nya, janganlah mereka membanggakan diri bahwa mereka kemudian bisa berbuat dosa tanpa mendapat hukuman, bahwa oleh karena mereka telah dihormati dengan cara demikian, Tuhan tidak akan tegas menghukum kejahatan mereka. Ini adalah satu tipu daya yang mematikan.”

Patriarchs and Prophets 359.3

Jadi, bisa kita simpulkan bahwa Nadab dan Abihu sudah mengetahui kebenaran tersebut, memiliki pengetahuan yang benar, pengetahuan yang lebih besar, tetapi mereka melanggarnya.

Tak heran Alkitab mengatakan, “Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.” (Ibrani 10:26-27)

Dan mereka yang menduduki posisi tertinggi, seharusnya menjadi contoh atau teladan. Jika seorang pemimpin sudah menyimpang dari kebenaran, maka Tuhan akan langsung menghukum agar kita tidak meremehkan Tuhan atau berpikir bahwa Tuhan tidak akan bersikap tegas kepada kita.

Oleh karena itu, jika hari ini kita sudah mengetahui kebenaran, maka lakukanlah itu! Karena kita akan dihakimi dari apa yang kita tahu.

Mari refleksikan diri kita, apakah kita sudah menjadi pelaku firman? Atau hanya pendengar saja? Jawablah dalam hati kita masing-masing.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 6 (Bagian 6) – Merdeka untuk Taat

“Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya,…

13 hours ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 5) – Jangan Biarkan Dosa Berkuasa

“Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan…

2 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 4) – Hidup bagi Allah dalam Kristus

“Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan…

3 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 3) – Manusia Lama Sudah Disalibkan

“Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang…

4 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 2) – Dikuburkan dan Dibangkitkan Bersama Kristus

“Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti…

5 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 1) – Mati terhadap Dosa

“Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah…

6 days ago