Seri Imam Eli

Seri Imam Eli (Bagian 5) – Hati-Hati Mendidik Anak (Bagian 4)

Eli adalah imam dalam rumah tangga, tetapi “Eli tidak mengatur rumah tangganya sesuai dengan peraturan-peraturan Tuhan sehubungan dengan pemerintahan keluarga. Ia mengikuti pertimbangannya sendiri. Ayah yang sifatnya memanjakan tidak memperhatikan kesalahan dan dosa-dosa anak-anaknya pada masa kanak-kanak mereka, sambil menghibur dirinya bahwa suatu waktu nanti, mereka dengan sendirinya akan dapat mengalahkan kecenderungan-kecenderungan mereka yang jahat itu.” (Patriarchs and Prophets 578.3)

Mungkin saat ini banyak orang yang berpikir dan melakukan hal yang sama dengan Eli. Banyak orang berpikir bahwa pada saat anaknya nanti menjadi dewasa, mereka akan mengerti sendiri dan akan berhenti melakukan hal-hal yang salah, sehingga tidak ada hukuman yang diberikan, dengan berdalih “Mereka masih terlalu kecil menerima hukuman. Tunggu sampai mereka menjadi besar dan bisa diajak berembuk.”

Tapi ingat! Jika hal itu terulang terus, maka kebiasaan-kebiasaan yang salah itu akan menjadi sebagian dari tabiat mereka seumur hidupnya. Mengapa? Karena anak-anak menjadi besar tanpa pengendalian diri.

Oleh karena itu, Firman Tuhan memberikan nasihat: “Dan kamu, bapa-bapa … didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.” (Efesus 6:4)

Jadi, didiklah anak-anak mulai dari mereka kecil dan jangan berpikir bahwa mereka akan dapat mengalahkan kecenderungan-kecenderungan mereka yang jahat itu dengan sendirinya jika nanti mereka dewasa.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 2) – Lebih Berharga daripada Jabatan

“Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat...” Titus 1:7 Ketika Paulus…

8 hours ago

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

5 days ago