Seri Sebuah Jalan

Sebuah Jalan (Bagian 4) – Ciri-Ciri Orang di Jalan yang Sempit dan Lebar (Part 1)

Hari ini kita akan membahas pertanyaan, “Apakah saat ini kita sudah berjalan di jalan yang sesak atau di jalan yang lebar? Apa ciri-ciri orang yang jalan di jalan yang sesak dan lebar?”

“Mereka yang berjalan di jalan yang sesak sedang berbincang-bincang tentang sukacita dan kebahagiaan yang akan mereka peroleh pada akhir perjalanan mereka … Mereka tidak berpakaian seperti kebanyakan orang di jalan yang luas, atau berbicara seperti mereka, atau berbuat seperti mereka.”

Amanat Kepada Orang Muda Pasal 33, hlm. 151, par. 1

Dari sini kita belajar bahwa orang-orang yang berjalan di jalan yang sempit akan:

  • Suka berbicara mengenai sukacita dan kebahagiaan yang akan diperoleh, yaitu hidup yang kekal.
  • Berbeda dalam hal berpakaian dengan orang di jalan yang lebar.
  • Berbeda dalam hal berbicara dengan orang di jalan yang lebar.
  • Berbeda dalam hal tingkah laku dengan orang di jalan yang lebar.

Pertanyaan bagi kita:

  1. Apakah kita sudah berbeda dalam hal berpakaian?
  2. Apakah kita sudah berbeda di dalam hal-hal yang kita bincangkan? Apakah kita lebih sering berbicara mengenai hiburan, gosip, dan lainnya? Ataukah kita lebih sering berbicara mengenai keselamatan dan sukacita Surga?
  3. Apakah tingkah laku kita sudah sesuai dengan firman Tuhan? Ataukah tingkah laku kita masih sama saja dengan orang di jalan yang lebar?

Itulah sebabnya “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2)

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 3) – Ketika Tuhan Menggagalkan Rencana Manusia

Ketika pelayanan Paulus di Korintus semakin berkembang, orang-orang Yahudi yang menolak Injil mulai melawan Paulus.…

10 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 2) – Jangan Diam

Di Korintus, pelayanan Paulus tidak selalu berjalan mudah. Ketika ia memberitakan Injil, sebagian orang mulai…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 1) – Menjadi Saksi

Setelah meninggalkan Atena, Paulus tiba di Korintus. Di sana ia bertemu dengan sepasang suami istri,…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 4) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Setelah Paulus menjelaskan tentang Allah yang benar di Atena, ia mulai berbicara tentang pertobatan dan…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 3) – Religius Belum Tentu Mengenal Tuhan

Setelah meninggalkan Berea, Paulus tiba di Atena, sebuah kota yang penuh dengan filsafat, budaya, dan…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 2) – Kebenaran Tidak Dapat Dihentikan

Setelah banyak orang di Berea menerima firman Tuhan, kabar itu sampai kepada orang-orang Yahudi di…

5 days ago