Seri Pandanglah Burung-Burung

Pandanglah Burung-Burung Part 27

Pernahkah kita mendengar istilah rabun jauh dan rabun dekat? Mungkin sebagian dari kita telah mengetahui istilah tersebut. Istilah rabun jauh dan dekat tentu berkaitan dengan mata. Umumnya istilah itu digunakan oleh manusia tetapi ada hewan yang juga rabun dekat. Salah satu hewan itu adalah burung hantu.

Menurut penelitian, burung hantu adalah burung yang memiliki penglihatan seperti seorang yang rabun dekat. Pada saat burung hantu akan menangkap mangsanya, mereka melihat mangsa itu dari jauh kemudian dengan cepat mereka terbang, tetapi pada saat mendekati mangsa mereka, burung hantu itu tidak sepenuhnya menggunakan mata mereka untuk menangkap mangsanya tetapi menggunakan naluri untuk menangkap mangsanya. 

Fakta yang cukup menarik, bukan? Ternyata burung hantu tidak dapat melihat dengan baik dalam jarak dekat. Tetapi mereka dapat melihat dengan baik dalam jarak jauh.

Terkadang kehidupan kita pun harus seperti itu. Kita harus memandang jauh dengan mata iman kita atas setiap janji Tuhan, bukan hanya melihat apa yang terjadi saat ini (penderitaan, dukacita, ketidakadilan, dll) di depan mata kita, tapi pandanglah pada “ … tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi ….” (Ibrani 11:16)

Oleh karena itu, milikilah iman yang sejati dan doa yang benar. “Kedua hal tersebut adalah seperti dua tangan yang dengannya manusia pemohon berpegang pada kuasa Kasih Yang Kekal. Iman adalah percaya pada Allah-mempercayai bahwa Ia mengasihi kita, dan mengetahui apa yang terbaik bagi kita. Jadi, gantinya jalan kita sendiri, iman itu memimpin kita untuk memilih jalan-Nya.” (Pelayan Injil 230.2)

Marilah hari ini kita memandang jauh ke depan tentang janji Tuhan, yaitu hidup yang kekal.

Selamat Pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 3) – Ketika Tuhan Menggagalkan Rencana Manusia

Ketika pelayanan Paulus di Korintus semakin berkembang, orang-orang Yahudi yang menolak Injil mulai melawan Paulus.…

3 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 2) – Jangan Diam

Di Korintus, pelayanan Paulus tidak selalu berjalan mudah. Ketika ia memberitakan Injil, sebagian orang mulai…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 1) – Menjadi Saksi

Setelah meninggalkan Atena, Paulus tiba di Korintus. Di sana ia bertemu dengan sepasang suami istri,…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 4) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Setelah Paulus menjelaskan tentang Allah yang benar di Atena, ia mulai berbicara tentang pertobatan dan…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 3) – Religius Belum Tentu Mengenal Tuhan

Setelah meninggalkan Berea, Paulus tiba di Atena, sebuah kota yang penuh dengan filsafat, budaya, dan…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 2) – Kebenaran Tidak Dapat Dihentikan

Setelah banyak orang di Berea menerima firman Tuhan, kabar itu sampai kepada orang-orang Yahudi di…

5 days ago