Seri Otak adalah Ibukota Tubuh

Seri Kesehatan – Otak adalah Ibukota Tubuh (Bagian 11) – Buah dan Kacang

Di dalam menjaga kesehatan otak tentu saja kita memerlukan asupan gizi seimbang. Makanan dengan gizi seimbang dapat kita peroleh melalui buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian dan sayuran tentunya tanpa daging hewan. Tetapi hari ini kita hanya akan membahas buah-buahan dan kacang-kacangan kaitannya dengan kesehatan otak kita.

Namun perlu digarisbawahi bahwa yang saya maksud kacang-kacangan disini adalah makanan seperti kacang almond, kacang mete, kacang kenari dll, atau dalam bahasa Inggris disebut “nut”. Bukan kacang-kacangan seperti kacang kedelai, kacang merah, kacang hijau, yang dalam bahasa Inggris disebut “bean”. Karena dalam ilmu tumbuh-tumbuhan “nut” dan “bean” memiliki karakteristik yang berbeda.

Pada tahun 1980 ibu Elizabeth ScD bersama koleganya waktu itu mengadakan suatu penelitian, dalam penelitiannya mereka mendapati bahwa “mengonsumsi buah beri dapat menunda penurunan memori selama 2,5 tahun . . .” (Ann Neurol. 72(1):135-43). Selanjutnya pada tahun 2011 Bapak Pribis bersama koleganya sedang melakukan suatu penelitian tentang efek kacang kenari pada otak. Hasilnya “mereka yang mengonsumsi kacang kenari menunjukkan performa yang lebih baik dalam pengambilan keputusan dibandingkan mereka yang tidak . . .” (British Journal of Nutrition 2012)

Dari dua studi di atas kita bisa simpulkan bahwa buah-buahan dan kacang-kacangan sangat baik dalam menjaga kesehatan otak kita.

Tidaklah heran jikalau Tuhan sudah berkata terlebih dahulu di dalam Kejadian 1:29 untuk mengonsumsi buah-buahan dan kacang-kacangan agar kita memiliki otak yang sehat, dan jika otak kita sehat maka tubuh kita juga akan ikut sehat, karena sekali lagi otak adalah ibukota tubuh.

Inilah makanan terbaik manusia yang diberikan Tuhan, “. . . . Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.” (Kejadian 1:29)

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 3) – Waspada terhadap Ajaran yang Menyesatkan

Setelah menjelaskan karakter yang harus dimiliki oleh seorang penatua, Paulus segera mengungkapkan alasannya. Jemaat di…

16 hours ago

Perenungan Titus 1 (Bagian 2) – Lebih Berharga daripada Jabatan

“Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat...” Titus 1:7 Ketika Paulus…

2 days ago

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

6 days ago