Renungan

Satu Tujuan Hidup

Pada tahun 1825, seorang ahli botani dari Skotlandia bernama David Douglas, yang saat itu berusia 26 tahun, melakukan pelayaran yang cukup panjang dari pesisir barat Amerika sampai ke sungai Kolombia. Douglas muda yang terobsesi dengan tanaman sejak kecil ini melakukan pelayaran dalam sebuah ambisi pencarian kehidupan tanaman “Dunia Baru.”

Saat ia tiba di sebuah pulau, sebuah pohon mencuri perhatiannya. Dari jauh ia katakan, “Saya sangat terkesan dengan pohon itu sampai saya tidak melihat hal-hal lain di sekitarnya.” Saat mendekat, ia kembali katakan bahwa pohon itu adalah “salah satu benda alam yang paling menyolok dan sungguh anggun.” Dan pada akhirnya pohon itu diberikan atas namanya—Douglas fir.

David menghabiskan waktu dua tahun berikutnya menjelajahi Northwest, menemukan tanaman-tanaman baru dan mengirim lebih dari 500 spesies kembali ke Inggris. Ia juga seringkali melakukan pendakian dari subuh hingga gelap, hanya untuk mengumpulkan tanaman.

Dalam sebuah perjalanan di tahun 1829, Douglas mengumpulkan spesimen di California dan menarik sebuah tanaman dari tanah yang memiliki bintik-bintik emas yang menempel pada akarnya. Tetapi saat ia hendak mengepak tanaman itu untuk dikirimkan, ia hanya mengepak tanamannya, tidak dengan emas yang menempel itu.

Kita dapat melihat bahwa Douglas hanya memiliki satu tujuan dalam hidupnya. Emas pun tidak dapat mengalihkan perhatian dari misinya itu. Sifat seperti inilah yang Tuhan ingin untuk kita miliki, untuk memiliki satu tujuan dalam perjalanan hidup kita di dunia, yaitu untuk masuk ke dalam Kanaan surgawi. Janganlah harta dan kesenangan duniawi mengganggu tujuan hidup ini.

Seperti yang terdapat di lirik sebuah lagu:

This world is not my home // Dunia ini bukanlah rumahku
I’m just passing through // Aku hanya melewatinya saja
My treasures are laid up // Hartaku ada tersimpan
Somewhere beyond the blue // Di seberang langit biru

Karena itu, “bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.” (1 Timotius 6:12)

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 7) – Taat kepada Penglihatan Surgawi

Setelah menceritakan panggilan yang diterimanya dari Yesus, Paulus menjelaskan bagaimana ia merespons panggilan tersebut. “Sebab…

22 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 6) – Dari Kegelapan kepada Terang

Setelah menjelaskan bahwa Tuhan memanggilnya menjadi pelayan dan saksi, Paulus diutus ke bangsa lain dengan…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 5) – Kesaksian Paling Kuat

Setelah menegur Paulus dengan kata-kata, "Sukar bagimu menendang ke galah rangsang," Yesus tidak berhenti sampai…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 4) – Sukar Menendang ke Galah Rangsang

Kemarin kita sudah membahas “Mengapa engkau menganiaya Aku?” dan hari ini kita akan membahas ungkapan…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 3) – Mengapa Engkau Menganiaya Aku?

Di hadapan Raja Agripa, Paulus melanjutkan kesaksiannya tentang peristiwa yang mengubah seluruh hidupnya. Dalam perjalanan…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 2) – Kuasa Tuhan yang Mengubahkan

Di hadapan Raja Agripa, Paulus mulai menceritakan kehidupannya sebelum bertobat. Ia menjelaskan bahwa dahulu ia…

6 days ago