Renungan

Terang Dunia Part 1

“Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya.”

Mazmur 19:2

Tahukah anda? Yesus suka menggunakan alam sebagai ilustrasi. Mari kita pelajari mengapa Ia bisa mengatakan bahwa “Kamu adalah terang dunia…” (Matius 5:14)

“Apabila Yesus mengajar orang, Dia membuat pelajaran-pelajaran-Nya menarik dan menguasai perhatian para pendengar-Nya dengan ilustrasi-ilustrasi biasa dari pemandangan alam di sekitar mereka. Walaupun masih pagi orang-orang telah berkumpul. Matahari terang benderang yang semakin tinggi di langit biru menghalau bayang-bayang gelap yang mengendap di lembah-lembah dan di antara ngarai gunung-gunung. Keindahan langit sebelah timur belum pudar. Cahaya matahari memenuhi bumi dengan keindahannya; permukaan danau yang tenang memantulkan cahaya yang keemas-emasan dan mencerminkan awan pagi yang kemerah-merahan. Setiap kuncup, bunga dan tangkai berdaun berkilau-kilauan dengan tetesan-tetesan embun. Alam tersenyum dengan ucapan syukur akan hari yang baru, dan burung-burung berkicau merdu di antara pepohonan. Juruselamat itu melihat ke rombongan orang di depan-Nya, kemudian ke matahari yang terbit, dan berkata kepada murid-murid-Nya, ‘Kamu adalah terang dunia…’ (Matius 5:14).”

Thoughts From the Mount of Blessing 38.2

Jadi, matahari inilah yang menginspirasikan untuk Ia berkata “kamu adalah terang dunia.”

Mengapa Tuhan ingin kita menjadi terang dunia? Apa maksudnya?

“Sebagaimana matahari berjalan melaksanakan tugas kasihnya, menghalau naungan malam dan membangunkan dunia kepada kehidupan, demikian juga para pengikut Kristus harus pergi melaksanakan misi mereka, menyebarkan terang surga kepada orang-orang yang di dalam kegelapan kesalahan dan dosa.”

Thoughts From the Mount of Blessing 38.2

Biarlah kita bisa menjadi terang di mana pun kita berada.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

23 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 2) – Tetap Melayani di Tengah Tantangan

Setelah tiba di Pulau Malta, Paulus bukan hanya berdiam diri menikmati kehangatan api yang telah…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 1) – Kasih yang Dinyatakan Melalui Orang yang Tidak Kita Duga

Setelah selamat dari badai yang dahsyat, Paulus dan seluruh penumpang kapal akhirnya tiba di sebuah…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 27 (Bagian 8) – Tuhan Setia Menepati Janji-Nya

Setelah berhari-hari diterpa badai, akhirnya kapal itu mendekati daratan. Para awak kapal berusaha mengarahkan kapal…

6 days ago