Renungan

Seri Kesehatan – Nutrisi Part 4

Kemarin kita telah belajar bagaimana Tuhan memberikan makanan terbaik berupa Biji-bijian, buah-buahan, kacang-kacangan dan sayuran.

Selanjutnya apa yang dituliskan yaitu “tapi tidak semua makanan yang mengandung kesehatan cocok benar dengan kebutuhan kita dalam segala keadaan. Haruslah berhati-hati dalam memilih makanan. Makanan kita harus cocok dengan keadaan, dengan iklim di mana kita tinggal, dan dengan jenis pekerjaan kita. Ada sebagian makanan yang cocok dimakan pada satu musim atau satu iklim tetapi tidak cocok untuk keadaan yang lain.” (Hidup yang Terbaik 280)

Jadi, kita tidak perlu memikirkan harus beli makanan yang ada di luar daerah kita atau yang sukar ditemui. Yang kita perlu perhatikan adalah bagaimana harus mengolah makanan yang ada di sekitar kita dengan memperhatikan jenis dan juga jumlahnya.

“jadi ada makanan yang berbeda-beda yang cocok kepada sebagian orang dengan jenis pekerjaan yang berbeda. Sering kali makanan yang dapat digunakan secara menguntungkan oleh mereka yang pekerja berat, tapi tidak cocok untuk orang-orang yang kegiatan yang lebih banyak duduk atau yang lebih banyak yang menggunakan otak. Allah telah memberikan kepada kita berbagai jenis makanan yang menyehatkan, dan masing-masing orang harus memilih bahan-bahan yang berdasarkan pengalaman dan pertimbangan yang sehat ternyata paling cocok untuk kebutuhannya sendiri.”

Hidup yang Terbaik 280

Hal ini memberikan gambaran bagaimana kita harus mempertimbangkan makanan yang cocok dan tubuh kita perlukan.

Diri kita sendirilah yang tahu bagaimana makanan itu cukup memberikan energi atau tidak. Rasa lapar bukan suatu patokan dalam menilai energi yang cukup bagi tubuh kita. Perhatikan berat badan anda apakah sudah cukup ideal atau tidak. Bila terjadi peningkatan maka anda harus mengurangi jumlah makanan itu. Begitu juga sebaliknya.

Marilah kita belajar bagaimana makan makanan yang Tuhan berikan (Buah, Sayur, Biji-bijian dll) dengan memperhatikan kegunaan, jumlah, jenis dan jadwal. Percayalah janji-Nya kita akan terbebas dari sakit dan juga masalah kesehatan jiwa kita.

Ingatlah peringatannya di dalam Keluaran 15:26 “firman-Nya: ‘Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit mana pun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku TUHANlah yang menyembuhkan engkau.’”

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 2) – Kuasa Tuhan yang Mengubahkan

Di hadapan Raja Agripa, Paulus mulai menceritakan kehidupannya sebelum bertobat. Ia menjelaskan bahwa dahulu ia…

19 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 1) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah berbagai tuduhan dan persidangan yang dialaminya, Paulus kini berdiri di hadapan Raja Agripa, Bernike,…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 6) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah mendengar penjelasan Festus mengenai perkara Paulus, Raja Agripa berkata: “… ‘Aku ingin mendengar orang…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 5) – Yesus yang Hidup

Setelah Paulus naik banding kepada Kaisar, Raja Agripa dan Bernike datang mengunjungi Festus di Kaisarea.…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 4) – Tuhan Sudah Menyiapkan Jalannya

Ketika Paulus naik banding kepada Kaisar, Festus tidak memiliki pilihan selain mengirimnya ke Roma. Keputusan…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 3) – Memimpin Langkah Kita

Setelah mendengar tuduhan terhadap Paulus, Festus menghadapi sebuah dilema. Ia ingin menyenangkan orang-orang Yahudi, tetapi…

6 days ago