Renungan Kitab Kisah Para Rasul

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 3) – Religius Belum Tentu Mengenal Tuhan

Setelah meninggalkan Berea, Paulus tiba di Atena, sebuah kota yang penuh dengan filsafat, budaya, dan penyembahan berhala.

Alkitab mencatat bahwa hati Paulus sangat sedih ketika melihat begitu banyak patung berhala di kota itu.

Orang-orang Atena sebenarnya sangat religius. Mereka suka membicarakan hal-hal rohani dan memiliki banyak objek penyembahan. Namun di tengah semua itu, mereka belum sungguh mengenal Allah yang benar.

Paulus menjelaskan bahwa Tuhan bukanlah berhala yang dibuat manusia.

Ia adalah Pencipta langit dan bumi, sumber kehidupan, dan Tuhan yang dekat kepada manusia.

Kisah ini mengingatkan kita bahwa seseorang bisa tampak religius, tetapi belum tentu sungguh mengenal Tuhan.

Seseorang bisa rajin beribadah, aktif dalam kegiatan rohani, bahkan mengetahui banyak hal tentang agama — tetapi hatinya belum sungguh dekat dengan Tuhan.

Di zaman sekarang, “berhala” tidak selalu berupa patung. Apa pun yang mengambil tempat Tuhan dalam hati kita dapat menjadi berhala: uang, kesibukan, popularitas, kenyamanan, bahkan diri sendiri.

“Apa pun yang menjauhkan hati dari Tuhan harus ditinggalkan. Mammon adalah berhala banyak orang. Cinta akan uang, keinginan akan kekayaan, adalah rantai emas yang mengikat mereka kepada Setan. Reputasi dan kehormatan duniawi disembah oleh golongan lain. Kehidupan yang nyaman dan bebas dari tanggung jawab adalah berhala orang lain. Tetapi ikatan perbudakan ini harus dipatahkan. Kita tidak bisa menjadi setengah milik Tuhan dan setengah milik dunia. Kita bukanlah anak-anak Tuhan kecuali kita sepenuhnya menjadi anak-anak-Nya.”

Steps to Christ 44.1

Oleh karena itu, marilah kita memeriksa hati kita di hadapan Tuhan:

Apakah Tuhan benar-benar menjadi yang terutama dalam hidup kita?

Ataukah ada hal lain yang diam-diam mengambil tempat-Nya di hati kita?

Kiranya Tuhan menolong kita untuk tidak hanya menjadi orang yang religius, tetapi sungguh mengenal, mengasihi, dan hidup bagi-Nya sepenuh hati.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 9 (Bagian 2) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel…

7 hours ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 1) – Hati yang Merindukan Keselamatan Orang Lain

“Sejak pertobatannya [Paulus], ia sangat rindu untuk menolong saudara-saudara sebangsanya agar memperoleh pemahaman yang jelas…

1 day ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 14) – Tidak Ada yang Dapat Memisahkan Kita dari Kasih Allah

“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada…

2 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 13) – Jika Allah di Pihak Kita

“… Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Kristus Yesus, yang telah…

3 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 12) – Allah Menuntun Kita Menuju Kemuliaan

“Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 11) – Dibentuk Menjadi Serupa dengan Kristus

“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa…

5 days ago