Renungan

Sikap di Rumah dan di Luar Rumah Berbeda?

Pernahkah orang berkata kepada kita, “Mengapa sikapmu di rumah, di gereja, dan saat di pertemuan biasa sangat berbeda?” Atau mungkin kita melihat sikap dari keluarga, teman, bahkan pasangan kita sangat berbeda saat di rumah dan di luar rumah?

Mungkin ada yang orang yang berkata bahwa saat saya di rumah, saya sangat menurut, sopan, bahkan berkata lemah lembut kepada keluarga saya, tetapi saat di luar rumah kelakukan saya berbeda 180%.

Atau mungkin sebaliknya orang melihat kita di luar rumah sangat ramah, lemah lembut, sopan, dan menurut, tetapi ternyata di rumah suka membentak-bentak orang yang ada di rumah dan bahkan sering marah-marah.

Apakah sikap tersebut adalah sikap yang benar? Tentu saja tidak benar.

Itulah sebabnya ada sebuah kutipan menarik yang dicatat di dalam buku Our Father Cares yaitu, “Mereka yang menjadi orang Kristen di rumah akan menjadi orang-orang Kristen di gereja dan di dunia.” (Our Father Cares  51.4)

Jadi dimanapun kita berada, kita harus menunjukkan karakter yang sama, yaitu karakter Kristus. Kita harus menjadi terang kecil dimanapun kita berada.

Alkitab mencatat, “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:16)

Terang kita harus bercahaya di depan orang, artinya tidak hanya kepada orang-orang tertentu saja, tetapi kepada semua orang.

Kiranya renungan kita pada hari ini boleh mengingatkan kita semua untuk menjadi seorang Kristen di rumah, di gereja, dan dimana pun kita berada.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

23 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

6 days ago