Seri Peribahasa

Seri Peribahasa (Bagian 6) – Bagai Musuh dalam Selimut

Peribahasa kita hari ini adalah “Bagai musuh dalam selimut” artinya: Teman dekat yang berkhianat.

Pernahkah kita dikhianati oleh orang terdekat kita, entah itu keluarga, pasangan, sahabat, bahkan rekan kerja kita?

Jika kita pernah, bagaimana perasaanmu? Lalu apa yang kalian lakukan saat dikhianati? Pastilah kita akan merasa sedih dan kecewa bukan? Tetapi apa yang harus kita lakukan jika kita dikhianati? Apakah kita akan membalasnya? Mari kita lihat bagaimana respon Yesus saat dikhianati.

Saat saya mengerti arti peribahasa ini, saya langsung teringat dengan kisah Yudas yang mengkhianati Yesus.

Bacalah Yohanes 13 secara keseluruhan. Yesus sebenarnya tahu bahwa Yudas akan menyerahkan Dia kepada para imam, tetapi Ia tetap membasuh kaki semua murid-murid-Nya. Bagaimana dengan kita? Apakah kita tetap akan memaafkan atau berbuat baik jika orang terdekat kita ternyata mengkhianati kita?

Ikutilah teladan Yesus yang tidak marah, membenci, ataupun mengucapkan kata-kata kasar kepada orang yang mengkhianati Dia.

Itulah sebabnya Yesus mengajari kita, “Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” (Matius 5:43-44)

Yesus melanjutkan perkataan-Nya, “Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” (Matius 5:46-48)

Kiranya kita semua bisa memaafkan dan tetap berbuat baik walaupun orang terdekat kita mengkhianati kita.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 1) – Menjadi Saksi

Setelah meninggalkan Atena, Paulus tiba di Korintus. Di sana ia bertemu dengan sepasang suami istri,…

23 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 4) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Setelah Paulus menjelaskan tentang Allah yang benar di Atena, ia mulai berbicara tentang pertobatan dan…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 3) – Religius Belum Tentu Mengenal Tuhan

Setelah meninggalkan Berea, Paulus tiba di Atena, sebuah kota yang penuh dengan filsafat, budaya, dan…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 2) – Kebenaran Tidak Dapat Dihentikan

Setelah banyak orang di Berea menerima firman Tuhan, kabar itu sampai kepada orang-orang Yahudi di…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 1) – Belajar Seperti Orang Berea

Dalam perjalanan pelayanannya, Paulus dan Silas tiba di Tesalonika lalu memberitakan Injil di rumah ibadat…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 16 (Bagian 4) – Pertolongan Tuhan Tidak Pernah Terlambat

Setelah gempa bumi terjadi dan kepala penjara bertobat, keadaan mulai berubah bagi Paulus dan Silas.…

6 days ago