Renungan Kitab Yunus

Perenungan Yunus 1 – Masih Ada Kesempatan Bertobat

Agar bisa mengikuti alur kisah Yunus, baca atau dengarkan keseluruhan kisah di pasal ini karena renungan kita tidak membahas setiap kisahnya. Tetapi kisah singkatnya adalah Yunus diutus ke kota Niniwe dan pada akhirnya ia memutuskan untuk melarikan diri ke Tarsis. Saat ia melarikan diri, Tuhan membuat badai di laut dan akhirnya Yunus dilemparkan ke laut.

Sekarang, izinkan saya mengambil satu pelajaran dari kisah Yunus di pasal ini melalui renungan hari ini.

Yunus merupakan nabi Tuhan yang diutus untuk pergi ke kota yang bernama Niniwe. Kota ini dicatatkan mengagumkan besarnya (Yunus 3:3). Namun, dengan seluruh kebesaran kota itu, orang Niniwe melakukan kejahatan di mata Tuhan (Yunus 1:1-2).

Sejalan dengan masa kejayaannya, Niniwe merupakan pusat tindak pidana dan kejahatan. Ilham menggambarkan kota itu sebagai “kota penumpah darah, seluruhnya dusta belaka, penuh dengan perampasan.” (Prophets and Kings 265.2)

“Walaupun Niniwe telah menjadi jahat, tidak seluruhnya dibiarkan dalam kejahatan. Ia yang ‘melihat semua anak manusia’ (Mazmur 33:13) dan ‘melihat segala sesuatu yang berharga’ (Ayub 28:10) merasa di dalam kota itu banyak orang yang sedang mencari sesuatu yang lebih baik dan lebih tinggi, dan jika sekiranya diberi kesempatan hendak belajar tentang Allah yang hidup, akan menyingkirkan perbuatannya yang jahat lalu berbakti pada-Nya… memimpin mereka dengan kemungkinan sampai bertobat.”

Prophets and Kings 265.3

Hari ini kita belajar bahwa Tuhan bisa melihat bahwa ternyata di Niniwe ada banyak orang yang sedang mencari sesuatu yang lebih baik dan lebih tinggi, dan jika sekiranya diberi kesempatan hendak belajar tentang Allah yang hidup, akan menyingkirkan perbuatannya yang jahat lalu berbakti pada-Nya.

Bagaimana dengan kita? Sekiranya kira diberi kesempatan, akankah kita menyingkirkan perbuatan-perbuatan jahat kita dan bertobat?

Ingatlah jika hari ini kita masih diberi  kesempatan oleh Tuhan untuk hidup, gunakan kesempatan itu sebaik mungkin “…karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.” (2 Petrus 3:9)

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 7) – Taat kepada Penglihatan Surgawi

Setelah menceritakan panggilan yang diterimanya dari Yesus, Paulus menjelaskan bagaimana ia merespons panggilan tersebut. “Sebab…

12 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 6) – Dari Kegelapan kepada Terang

Setelah menjelaskan bahwa Tuhan memanggilnya menjadi pelayan dan saksi, Paulus diutus ke bangsa lain dengan…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 5) – Kesaksian Paling Kuat

Setelah menegur Paulus dengan kata-kata, "Sukar bagimu menendang ke galah rangsang," Yesus tidak berhenti sampai…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 4) – Sukar Menendang ke Galah Rangsang

Kemarin kita sudah membahas “Mengapa engkau menganiaya Aku?” dan hari ini kita akan membahas ungkapan…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 3) – Mengapa Engkau Menganiaya Aku?

Di hadapan Raja Agripa, Paulus melanjutkan kesaksiannya tentang peristiwa yang mengubah seluruh hidupnya. Dalam perjalanan…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 2) – Kuasa Tuhan yang Mengubahkan

Di hadapan Raja Agripa, Paulus mulai menceritakan kehidupannya sebelum bertobat. Ia menjelaskan bahwa dahulu ia…

5 days ago