Renungan Kitab Yosua

Perenungan Yosua 19 – Roh Tidak Mementingkan Diri

Pasal ini mencatat kelanjutan pembagian tanah kepada suku-suku Israel yang tersisa: Simeon, Zebulon, Isakar, Asyer, Naftali, dan Dan. Walaupun bagi banyak orang mungkin pasal ini juga terlihat membosankan untuk dibaca, tetapi ada satu pelajaran yang bisa kita ambil, yaitu di akhir pasal ini setelah selesai pembagian kepada suku-suku Israel yang tersisa. Mari kita baca ayatnya.

Jadi, pasal ini diakhiri dengan Yosua sendiri yang menerima bagiannya di Timnat-Serah. Yosua baru menerima bagian tanahnya setelah semua suku lain mendapat bagian (ayat 49–50). Sebagai pemimpin, ia tidak memilih yang terbaik lebih dulu, tetapi mengutamakan umatnya. Mari kita baca kutipan dari pena inspirasi.

“’Setelah orang Israel selesai membagikan negeri itu menjadi milik pusaka mereka,’ dan semua suku telah menerima warisan mereka, Yosua mengajukan permintaannya. Kepadanya, sebagaimana kepada Kaleb, satu janji yang istimewa untuk memperoleh pusaka telah diberikan; tetapi ia tidak meminta satu daerah yang luas, melainkan hanya satu kota saja. ‘Mereka memberikan kepadanya kota yang dimintanya … Kota itu dibangunnya dan menetaplah ia di sana.’ Nama yang diberikan kepada kota itu adalah Timnat-Serah, ‘bagian yang tersisa,’—satu kesaksian yang nyata akan tabiat yang agung dan roh yang tidak mementingkan diri dari si pemenang itu, yang alih-alih menjadi orang pertama yang mengambil hasil rampasan penaklukan, ia telah menunda hak miliknya sampai orang-orang terkecil dari bangsanya telah mendapat bagiannya.”

Patriarchs and Prophets 515.1

Dari sini kita diingatkan untuk hidup dalam roh yang tidak mementingkan diri karena ini adalah salah satu kesaksian tentang karakter Kristus dalam diri seseorang.

Tak heran Alkitab juga mencatat, “dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.” (Filipi 2:3-4)

Kiranya renungan ini boleh menjadi berkat bagi kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 7 (Bagian 3) – Hukum Taurat Menyatakan Dosa

Paulus mengajukan sebuah pertanyaan penting: apakah hukum Taurat itu dosa? Jawabannya tegas, “Sekali-kali tidak!”  “Jika…

3 hours ago

Perenungan Roma 7 (Bagian 2) – Melayani dalam Keadaan yang Baru

“Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang…

1 day ago

Perenungan Roma 7 (Bagian 1) – Menjadi Milik Kristus

Paulus memakai gambaran ikatan pernikahan untuk menjelaskan sesuatu tentang hubungan kita dengan hukum Taurat (Roma…

2 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 9) – Upah Dosa dan Karunia Allah

“Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus,…

3 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 8) – Menghasilkan Buah

“Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang,…

4 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 7) – Pengudusan

“... Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan ...…

5 days ago