Renungan Kitab Yosua

Perenungan Yosua 20 – Kota Perlindungan

Renungan hari ini panjang, jadi sediakan waktu khusus untuk membacanya.

Pasal ini mencatat mengenai kota-kota perlindungan. Apa fungsi kota perlindungan?

Jadi, kota perlindungan adalah tempat aman bagi seseorang yang tanpa sengaja membunuh orang lain, agar ia dapat melarikan diri dari “penuntut darah” sampai ia menjalani pengadilan yang adil.

Dari sini kita belajar beberapa hal.

Pertama, Allah tidak membiarkan emosi manusia (penuntut darah) menentukan nasib seseorang, tetapi ada proses, tempat yang aman, ada keadilan. Kota perlindungan adalah wujud kasih Allah yang memberikan ruang aman, bukan langsung menghukum. Ini mengajarkan kita bahwa Allah bukan hanya Hakim, tetapi juga Pelindung, Ia juga Allah yang adil sekaligus pengasih.

Kedua, Tuhan ingin setiap orang yang mencari perlindungan-Nya menemukan jalan yang terbuka, bukan terhalang. Itulah sebabnya jalan menuju kota perlindungan selalu dirawat dan dipasang tanda.

“Kota-kota perlindungan itu ditempatkan sedemikian rupa sehingga dapat dijangkau dalam waktu setengah hari perjalanan dari setiap bagian negeri itu. Jalan-jalan menuju ke kota-kota itu senantiasa terpelihara dengan baik; di sepanjang jalan itu, tanda-tanda petunjuk dipasang dengan bertuliskan kata ‘Perlindungan’ dalam huruf-huruf jelas dan tebal, sehingga orang yang sedang melarikan diri tidak tertunda sedetik pun. Setiap orang—orang Israel, orang asing, atau pendatang dapat memperoleh keuntungan dari kesempatan ini.”

Patriarchs and Prophets 515.3

Ketiga, Yesus adalah lambang dari perlindungan yang disediakan. Ia mati bagi kita agar kita memperoleh hidup yang kekal.

“Kota-kota perlindungan yang telah ditetapkan bagi umat Allah pada zaman dulu adalah satu lambang dari perlindungan yang disediakan di dalam Kristus. Juruselamat yang penuh rahmat yang sama, yang telah menetapkan kota-kota perlindungan yang sementara itu, oleh menumpahkan darah-Nya sendiri telah menyediakan bagi pelanggar-pelanggar hukum Allah satu tempat berlindung yang pasti, ke kota mana mereka bisa melarikan diri untuk menyelamatkan diri dari kematian yang kedua. Tidak ada kuasa yang dapat merebut dari tangan-Nya jiwa-jiwa yang telah pergi kepada-Nya untuk memperoleh keampunan.”

Patriarchs and Prophets 516.3

Jadi, kota perlindungan adalah gambaran dari keadilan dan kasih Allah. Kita bisa mendapatkan perlindungan dalam Kristus. Seperti kota perlindungan menyelamatkan orang dari hukuman mati, Yesus adalah tempat perlindungan kita dari hukuman dosa (Ibrani 6:18).

Jadi, jika kita berbuat dosa, larilah ke tempat perlindungan yang adalah Allah itu sendiri. Dan biarlah Yesus menjadi imam besar atau pengantara kita yang akan “… mendamaikan dosa seluruh bangsa.” (Ibrani 2:17)

Keempat, ketika kita melarikan diri ke kota perlindungan, jangan tunda-tunda. Sama seperti ketika berbuat dosa, segera mencari tempat perlindungan yang adalah Allah itu sendiri untuk memohon pengampunan dan jangan menunda-nunda untuk mengakui dosa, memohon pengampunan, dan bertobat.

“Ia yang melarikan diri ke kota perlindungan tidak boleh menunda-nunda. Keluarga dan pekerjaan harus ditinggalkan. Tidak ada waktu untuk mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang terkasih. Hidupnya terancam, dan segala kepentingan yang lainnya harus dikorbankan untuk satu tujuan—tiba di tempat yang aman. Rasa letih dilupakan, kesulitan-kesulitan tidak dihiraukan. Orang yang mencari perlindungan itu tidak akan melambatkan langkahnya sampai ia berada di dalam tembok kota itu.”

Patriarchs and Prophets 517.1

Kiranya renungan hari ini boleh menjadi pelajaran dan berkat bagi kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 6 (Bagian 1) – Tujuh Orang Dipilih

Pertumbuhan jemaat tidak selalu berjalan mulus—sering kali justru membawa tantangan. Dan sering kali, masalah terbesar…

23 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 5 – Kepura-puraan

Apakah mungkin seseorang terlihat rohani di luar, tetapi sebenarnya tidak jujur di hadapan Tuhan? Pasal…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 4 – Tidak Pernah bisa Dibungkam

“Di segala zaman, saksi-saksi yang ditunjuk Allah telah membiarkan diri mereka dicela dan dianiaya demi…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 3 – Kuasa di Dalam Nama Yesus

“Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat…

6 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 2 – Ketika Roh Allah Menguasai Hati

Pada hari Pentakosta, sesuatu yang luar biasa terjadi. Murid-murid yang sebelumnya takut, ragu, dan bersembunyi—tiba-tiba…

7 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 1 – Kuasa untuk Bersaksi

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan…

1 week ago