Apakah kita sering mengeluh? Pada kisah ini, bani Yusuf mengakui berkat Tuhan, tapi dalam kalimat yang sama mereka mengeluh.
“Berkatalah bani Yusuf kepada Yosua, demikian: ‘Mengapa engkau memberikan kepadaku hanya satu bagian undian dan satu bidang tanah saja menjadi milik pusaka, padahal aku ini bangsa yang banyak jumlahnya, karena TUHAN sampai sekarang memberkati aku?'”
Yosua 17:14
Bani Yusuf mengeluh kepada Yosua bahwa bagian mereka terlalu sedikit karena mereka merasa layak mendapat lebih karena jumlah mereka banyak.
Sering kali kita sudah banyak diberkati, tetapi tetap merasa kurang. Kita mengakui bahwa Tuhan sudah memberkati, tetapi kita juga mengeluh bahwa berkat yang diberikan kurang banyak.
Jadi, marilah kita belajar untuk percaya pada Tuhan, menghargai dan bersyukur atas apa yang kita sudah miliki. Belajar sambil berjaga-jaga agar kita tidak mengeluh. Jika kita merasa akhir-akhir ini sering mengeluh, berdoalah dan memohon ampun pada Tuhan.
“Bersungut-sungut, mengeluh, dan amarah bukanlah buah dari prinsip-prinsip yang baik. Kamu perlu segera berdoa, karena kamu belum memperkuat sifat-sifat moral yang luhur dan mulia. Hal inilah harus kamu lakukan sekarang. Pekerjaan ini akan sulit, tetapi sangat penting.”
Testimonies for the Church Vol. 4, 347.1
Kiranya renungan ini boleh memberkati kita semua.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin