Renungan Kitab 2 Korintus

Perenungan 2 Korintus 4 (Bagian 2) – Ketika Semua Penderitaan Terlihat Kecil

Melanjutkan perenungan sebelumnya tentang “penderitaan yang ringan”, kita diajak melihatnya dari sudut pandang kekekalan—bukan dari apa yang kita rasakan sekarang, tetapi dari apa yang akan kita alami nanti.

Pena inspirasi memberikan gambaran yang sangat menyentuh tentang bagaimana penderitaan akan terlihat ketika kita sudah berada dalam kemuliaan. Mari kita baca di paragraf berikut ini.

SAUDARA CHARLES FITCH DAN LEVI STOCKMAN [DUA PENATALAYAN ADVENT MILLERITE YANG MENINGGAL SESAAT SEBELUM 22 OKTOBER 1844].—Kami semua pergi ke bawah pohon [kehidupan], dan duduk untuk melihat kemuliaan tempat itu, ketika Saudara Fitch dan Stockman, yang telah memberitakan Injil Kerajaan, dan yang telah Allah tempatkan di dalam kubur untuk menyelamatkan mereka, datang kepada kami dan bertanya kepada kami apa yang telah kami alami sementara mereka tidur. Kami mencoba mengingat cobaan terbesar kami, tetapi cobaan-cobaan itu tampak begitu kecil dibandingkan dengan bobot kemuliaan yang jauh lebih besar dan kekal yang mengelilingi kami, sehingga kami tidak dapat mengungkapkannya, dan kami semua berseru, “Haleluya! Surga itu cukup murah!” dan kami memainkan kecapi mulia kami dan membuat lengkungan surga berdering.

Heaven 82.3

Gambaran ini menunjukkan sesuatu yang luar biasa, yaitu penderitaan yang dahulu terasa begitu berat, pada akhirnya akan tampak sangat kecil.

Mengapa?

Karena ketika kita sudah melihat kemuliaan Tuhan secara langsung, semua air mata, luka, dan pergumulan tidak lagi sebanding dengan sukacita yang kita alami.

Hari ini kita mungkin masih bergumul, merasa lelah, bahkan hampir menyerah. Tetapi firman Tuhan dan kesaksian ini mengingatkan bahwa semua penderitaan itu hanya sementara.

Akan tiba waktunya kita melihat ke belakang dan berkata: “Ternyata semua itu tidak ada artinya dibandingkan dengan apa yang Tuhan sediakan.”

Jika hari ini terasa berat, ingatlah: kita belum melihat akhir dari cerita. Tuhan sedang membawa kita menuju kemuliaan yang akan membuat semua penderitaan terlihat kecil.

Suatu hari nanti, kita akan melihat bahwa semua penderitaan yang kita rasa berat dan besar saat ini, akan “terlalu kecil” dibandingkan dengan kemuliaan yang Tuhan berikan.

Jika hari ini terasa berat, tetaplah bertahan. Suatu hari nanti kita akan melihat bahwa semua ini tidak sebanding dengan kemuliaan yang Tuhan sediakan. Tetaplah kuat karena Tuhan belum selesai dengan cerita hidupmu.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 19 (Bagian 1) – Kuasa yang Mengubahkan Hidup

Ketika tiba di Efesus, Paulus bertemu dengan beberapa murid dan mengajukan sebuah pertanyaan yang menarik:…

19 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 4) – Hati yang Mau Diajar

Di bagian akhir Kisah Para Rasul 18, Alkitab memperkenalkan seorang bernama Apolos. Ia adalah orang…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 3) – Ketika Tuhan Menggagalkan Rencana Manusia

Ketika pelayanan Paulus di Korintus semakin berkembang, orang-orang Yahudi yang menolak Injil mulai melawan Paulus.…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 2) – Jangan Diam

Di Korintus, pelayanan Paulus tidak selalu berjalan mudah. Ketika ia memberitakan Injil, sebagian orang mulai…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 1) – Menjadi Saksi

Setelah meninggalkan Atena, Paulus tiba di Korintus. Di sana ia bertemu dengan sepasang suami istri,…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 4) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Setelah Paulus menjelaskan tentang Allah yang benar di Atena, ia mulai berbicara tentang pertobatan dan…

6 days ago