Renungan Kitab 2 Korintus

Perenungan 2 Korintus 4 (Bagian 1) – Mengapa Penderitaan Disebut Ringan?

Sediakan waktu lebih untuk membaca renungan hari ini karena agak panjang.

Saat membaca ini, kita mungkin bertanya “Bagaimana mungkin penderitaan disebut ringan, padahal terasa begitu berat?” Untuk menjawab ini, mari kita bahas.

Penderitaan disebut “ringan” bukan karena mudah dijalani, tetapi karena tidak sebanding dengan kemuliaan yang sedang dipersiapkan Tuhan. Apa yang kita alami sekarang hanyalah sementara, tetapi hasilnya adalah kekal.

Ayat ini memiliki korelasi dengan Matius 5:10:
“Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.”

Mengikut Kristus tidak menjanjikan hidup tanpa luka. Justru sering kali ada penolakan, tekanan, bahkan penderitaan. Namun semua itu bukan tanpa tujuan.

“Yesus tidak memberikan kepada para pengikut-Nya harapan untuk memperoleh kemuliaan dan kekayaan duniawi, tetapi Ia memberikan kepada mereka hak istimewa untuk berjalan bersama-Nya di jalan penyangkalan diri dan celaan ….”

Thoughts from the Mount of Blessing 29.1

“Sepanjang zaman, Setan telah menganiaya umat Allah. Ia telah menyiksa mereka dan membunuh mereka, tetapi dalam kematian mereka menjadi pemenang. Dalam iman mereka yang teguh, mereka menyatakan ada Pribadi yang lebih berkuasa daripada Iblis. Setan dapat menyiksa dan membunuh tubuh, tetapi ia tidak dapat menyentuh hidup yang tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah. Ia dapat memenjarakan mereka di dalam tembok penjara, tetapi ia tidak dapat membelenggu roh mereka. Mereka dapat memandang melampaui kegelapan menuju kemuliaan, sambil berkata, ‘… aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita..’ ‘Penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.’ Roma 8:18; 2 Korintus 4:17.”

Thoughts from the Mount of Blessing 30.2

Penderitaan tidak menghancurkan orang percaya—justru memurnikan mereka. Di dalam setiap pergumulan, Tuhan sedang:

  • Membentuk karakter
  • Memurnikan iman
  • Mengajar kita membenci dosa

“Melalui pencobaan dan penganiayaan, kemuliaan—yaitu karakter Allah dinyatakan dalam umat pilihan-Nya … Mereka berjalan di jalan yang sempit di bumi; mereka dimurnikan dalam dapur penderitaan. Mereka mengikuti Kristus melalui pergumulan yang berat; mereka menjalani penyangkalan diri dan mengalami kekecewaan yang pahit; tetapi pengalaman yang menyakitkan itu mengajarkan kepada mereka tentang kesalahan dan penderitaan akibat dosa, sehingga mereka melihat dosa dengan jijik dan benci.”

Thoughts from the Mount of Blessing 31.1

Penderitaan hari ini disebut “ringan”—bukan karena mudah, tetapi karena tidak sebanding dengan kemuliaan kekal yang sedang dipersiapkan.

Karena itu, ketika kita melihat dengan perspektif kekekalan, barulah kita mengerti bahwa penderitaan yang sekarang terasa berat, ternyata “ringan” dibandingkan dengan kemuliaan yang akan datang.

Penderitaan bukanlah akhir dari cerita, melainkan proses pembentukan. Tuhan memakai setiap pergumulan untuk memurnikan iman dan membentuk karakter kita, sampai akhirnya kita mengambil bagian dalam kemuliaan-Nya.

Percayalah bahwa di balik setiap penderitaan kita dalam Kristus, ada kemuliaan yang sedang dipersiapkan.

Kiranya renungan ini boleh menguatkan kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 8 (Bagian 12) – Allah Menuntun Kita Menuju Kemuliaan

“Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka…

2 hours ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 11) – Dibentuk Menjadi Serupa dengan Kristus

“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa…

1 day ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 10) – Allah Turut Bekerja untuk Mendatangkan Kebaikan

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka…

2 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 9) – Roh Kudus Menolong dalam Kelemahan Kita

“Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus…

3 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 8) – Menantikan Penebusan dengan Tekun

“Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 7) – Dua Pengkhotbah

Renungan hari ini panjang. Pastikan Anda menyediakan waktu khusus untuk membaca sedikit lebih lama dari…

5 days ago