Renungan Kitab Yeremia

Perenungan Yeremia 6 – Jalan Purba dan Jalan Baru

“Musuh sedang berusaha mengalihkan pikiran saudara-saudari kita dari pekerjaan mempersiapkan umat untuk dapat berdiri pada hari-hari terakhir ini.”

Testimonies for the Church, Vol. 8, 296.2

Bagaimana cara mengalihkannya? Pena inspirasi mencatat, “… memberi mereka ilmu pengetahuan palsu.” (Testimonies for the Church, Vol. 8, 296.2)

Jalan adalah simbol pilihan kita. Gambaran dari seseorang yang berhenti di persimpangan jalan untuk memilih arah hidup. Tak heran ayat ini mengingatkan kita untuk melihat dan menanyakan terlebih dahulu. Artinya penting untuk menyelidiki dengan sungguh-sungguh.

“Janganlah ada yang berusaha merobohkan dasar iman kita—dasar yang telah diletakkan di awal pekerjaan kita melalui doa yang sungguh-sungguh dalam mempelajari firman dan ilham.”

Testimonies for the Church, Vol. 8, 297.1

Apa itu jalan yang dahulu kala atau purba yang dimaksud di ayat 16 ini?

“Jalan purba” ini merujuk pada prinsip hidup yang sudah Allah tetapkan sejak dahulu, yaitu Taurat dan perjanjian-Nya. Bukan sekadar tradisi nenek moyang, tetapi hukum Allah yang kekal. Dan kita perlu berhati-hati dengan “jalan baru” yang mungkin ditawarkan dunia saat ini.

“Manusia mungkin mengira bahwa mereka telah menemukan jalan yang baru dan dapat meletakkan dasar yang lebih kuat daripada yang telah diletakkan. Tetapi, ini adalah penipuan besar. Tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain selain yang telah diletakkan.”

Testimonies for the Church, Vol. 8, 297.1

Dunia modern saat ini menawarkan banyak “jalan baru” (ideologi, gaya hidup, kebebasan, dan lain-lain). Jadi, kita harus berhenti sejenak dan bertanya: “jalan mana yang berkenan kepada Tuhan?”

Ingatlah ayat 16 tadi yang menasihati kita untuk menempuh jalan yang baik, yaitu jalan yang sesuai dengan firman Tuhan.

Kiranya renungan ini boleh menjadi pengingat bagi kita semua untuk berhati-hati di dalam menentukan jalan mana yang akan kita tempuh.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 5) – Rencana Tuhan Tidak Dapat Digagalkan

Tidak lama setelah Tuhan menguatkan Paulus, ancaman baru muncul. Alkitab mencatat bahwa lebih dari empat…

13 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 4) – Kuatkan Hatimu

Setelah perdebatan yang sengit di Mahkamah Agama, keadaan Paulus masih jauh dari aman. Ia ditolak…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 3) – Pengharapan Kebangkitan

Sebelum melanjutkan pembahasan kisah ini, kita sedikit membahas mengenai kebangkitan. “Sebab orang-orang Saduki mengatakan, bahwa…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 2) – Hikmat di Tengah Tekanan

Setelah dihadapkan kepada Mahkamah Agama, Paulus mendapati dirinya berada di tengah situasi yang sangat sulit.…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 1) – Hati Nurani yang Bersih

Setelah ditangkap di Yerusalem, Paulus akhirnya dihadapkan kepada Mahkamah Agama Yahudi untuk memberikan pembelaan atas…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 22 (Bagian 6) – Menggunakan Hak dengan Bijaksana

Setelah orang banyak menolak kesaksian Paulus, kepala pasukan Romawi memerintahkan agar Paulus diperiksa dengan cambuk…

6 days ago