Renungan Kitab Yeremia

Perenungan Yeremia 5 – Enak Didengar

Pasal ini menggambarkan kerusakan total dari Yehuda di mana tidak ada orang benar, rakyat keras hati, pemimpin tidak setia, dan keadilan hilang.

Klimaksnya di ayat 30-31, di mana Tuhan menyebutkan hal yang mengejutkan dan mengerikan yang terjadi, yaitu sistem keagamaan dan sosial sudah hancur karena semua lapisan (nabi, imam, bahkan umat) ikut dalam dosa.

Di ayat ini ada para nabi, para imam, dan umat Tuhan. Mari kita pelajari masing-masing.

Para nabi bernubuat palsu. Artinya mereka mengaku berbicara sebagai utusan Tuhan, tetapi isi nubuat mereka hanya perkataan kosong yang menyesatkan serta penuh tipu daya atau kebohongan.

Para imam mengajar dengan sewenang-wenang. Imam, yang seharusnya menjaga hukum Taurat, justru ikut mengajar dengan sewenang-wenang.

Rakyat pun dicatatkan senang dengan nabi-nabi palsu yang berbicara manis, meskipun itu kebohongan. Sebuah karakter yang mungkin juga ada di sebagian orang saat ini. Kita hanya suka mendengar yang enak-enak menurut kita, tetapi ketika itu menyentil dosa kita, maka kita tidak suka.

Jadi, masalahnya bukan hanya pemimpin, tetapi juga umat. Mereka senang mendengar nubuat palsu yang menenangkan daripada kebenaran yang menegur. Ini mirip dengan 2 Timotius 4:3, ketika orang mengumpulkan guru-guru untuk memuaskan keinginan telinga.

Jadi, setidaknya ada 2 hal yang kita bisa dapatkan hari ini.

Pertama, pemimpin rohani harus hidup dalam integritas, bukan mencari keuntungan atau popularitas, tetapi berani menyampaikan kebenaran.

Kedua, Umat Tuhan jangan hanya mencari firman yang “enak didengar,” tetapi harus mau menerima teguran, nasihat, dan siap dibentuk sesuai dengan kehendak Tuhan.

Jadi, sebagai pemimpin rohani, maukah kita menyampaikan kebenaran? Dan sebagai umat Tuhan, maukah kita mendengar kebenaran walaupun itu mungkin tidak enak didengar? Jawablah dalam hati kita masing-masing.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 8 (Bagian 8) – Menantikan Penebusan dengan Tekun

“Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga…

8 hours ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 7) – Dua Pengkhotbah

Renungan hari ini panjang. Pastikan Anda menyediakan waktu khusus untuk membaca sedikit lebih lama dari…

1 day ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 6) – Penderitaan Sekarang dan Kemuliaan yang Akan Datang

“Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan…

2 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 5) – Anak-Anak Allah

“Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah…

3 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 4) – Mematikan Perbuatan Daging

“Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 3) – Kematian untuk Sementara

“Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh…

5 days ago