Renungan Kitab Yeremia

Perenungan Yeremia 45 – Mahkota atau Salib?

Pasal ini singkat karena hanya terdiri dari lima ayat saja. Meski singkat, tentu ada pelajaran yang bisa kita ambil. Renungan hari ini agak panjang, jadi luangkan waktu untuk membacanya.

Pasal ini bukan berfokus pada bangsa Yehuda atau pemimpinnya, melainkan pada satu individu, yaitu Barukh bin Neria, juru tulis Yeremia, yang telah menulis nubuat-nubuat dari mulut nabi itu.

Pernahkah kita merasa lelah, kecewa, putus asa, merasa tidak dihargai dan akhirnya mengasihani diri sendiri? Jika pernah, maka Pelajaran hari ini sangat baik untuk kita ambil.

Barukh, di tengah tugasnya yang berat, ia merasa lelah, kecewa, dan putus asa. Ia berkata, “Celakalah aku, sebab TUHAN telah menambahkan kedukaan kepada penderitaanku! Aku lesu karena keluh kesahku dan aku tidak mendapat ketenangan.” (ayat 3)

Apa yang dicatatkan pena inspirasi mengenai hal ini?

“Kita perlu waspada terhadap rasa mengasihani diri sendiri. Jangan pernah menuruti perasaan bahwa Anda tidak dihargai sebagaimana mestinya, bahwa usaha Anda tidak dihargai, bahwa pekerjaan Anda terlalu sulit. Biarkan kenangan akan apa yang telah Kristus tanggung bagi kita membungkam setiap pikiran yang bersungut. Kita diperlakukan lebih baik daripada Tuhan kita. ‘Masakan engkau mencari hal-hal yang besar bagimu sendiri? Janganlah mencarinya!’ Yeremia 45:5. Tuhan tidak memiliki tempat dalam pekerjaan-Nya bagi mereka yang lebih ingin meraih mahkota daripada memikul salib. Dia menginginkan orang-orang yang lebih bersungguh-sungguh melakukan tugas mereka daripada menerima upah mereka—orang-orang yang lebih mementingkan prinsip daripada promosi.”

The Ministry of Healing 476.2

Jadi, ketika kita merasa seperti Barukh, mari kita bayangkan salib Kristus. Dia yang tanpa dosa diperlakukan seolah-olah Dia yang paling bersalah. Dia yang layak menerima segala pujian, menanggung cemoohan dan penghinaan. Di saat kita merasa tidak dihargai, ingatlah bahwa Dia disalibkan sebagai seorang penjahat. Di saat kita merasa pekerjaan kita terlalu sulit, ingatlah bahwa Dia memikul salib dan menanggung murka Allah atas dosa kita.

Peringatan Tuhan kepada Barukh melalui Nabi Yeremia sangatlah tegas: “Masakan engkau mencari hal-hal yang besar bagimu sendiri? Janganlah mencarinya!” (Yeremia 45:5).

Frasa ini mengingatkan kita untuk tidak terobsesi dengan pengakuan, jabatan, dan penghargaan. Tuhan mengingatkan kita bahwa fokus pelayanan bukanlah pada mahkota (upah, penghargaan), tetapi pada salib (kesetiaan, pengorbanan, dan ketaatan).

Tuhan mencari orang-orang yang lebih mengutamakan prinsip kebenaran daripada promosi kedudukan; yang lebih ingin menjalankan kewajiban dengan setia daripada sibuk menghitung imbalan yang akan diterima.

Hari ini, apakah yang lebih sering kita pikirkan: mahkota atau salib? Apakah kita lebih sering mengeluh karena tidak dihargai, atau bersyukur karena diizinkan mengambil bagian dalam penderitaan Kristus? Jawablah dalam hati kita masing-masing.

Kiranya renungan ini boleh menjadi pengingat dan juga berkat bagi kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

 

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 6 (Bagian 5) – Jangan Biarkan Dosa Berkuasa

“Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan…

16 hours ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 4) – Hidup bagi Allah dalam Kristus

“Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan…

2 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 3) – Manusia Lama Sudah Disalibkan

“Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang…

3 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 2) – Dikuburkan dan Dibangkitkan Bersama Kristus

“Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti…

4 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 1) – Mati terhadap Dosa

“Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah…

5 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 16) – Kasih Karunia Membawa kepada Hidup

“Supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran…

6 days ago