Renungan Kitab Yeremia

Perenungan Yeremia 1 – Panggilan Yeremia

Yeremia pasal 1 berisi kisah panggilan nabi Yeremia. Baca atau dengarkan kisah lengkapnya di pasal ini.

“Di antara mereka yang mengharapkan adanya kebangunan rohani yang permanen sebagai hasil pembaruan yang dilancarkan Yosia adalah Yeremia, yang dipanggil Allah kepada pekerjaan nabi ketika ia masih muda, pada tahun yang ketiga belas dalam pemerintahan Yosia. Sebagai seorang anggota keimamatan orang Lewi, Yeremia telah dididik sejak kecil untuk pekerjaan suci. Selama tahun-tahun persiapan yang menyenangkan itu, ia hampir tidak menyadari bahwa ia telah diurapi sejak lahir untuk menjadi ‘nabi bangsa-bangsa;’ dan ketika panggilan Ilahi datang, ia diliputi dengan perasaan tidak layak. ‘Ah, Tuhan Allah!’ serunya, ‘Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.’ Yeremia 1:5, 6.”

Prophets and Kings 407.1

“Di dalam diri Yeremia yang masih muda itu, Allah melihat orang yang akan setia kepada tanggung jawabnya dan yang akan berdiri demi kebenaran di tengah pertentangan besar. Pada waktu masih anak-anak ia telah membuktikan kesetiaannya; dan kini ia harus menahan kesukaran, sebagai serdadu salib yang baik.”

Prophets and Kings 407.2

Tuhan memilih Yeremia sejak dalam kandungan untuk menjadi nabi bagi bangsa-bangsa, tetapi Yeremia merasa dirinya masih terlalu muda dan tidak mampu berbicara. Lalu Tuhan meneguhkannya bahwa Ia akan menyertai, memberikan kata-kata, dan melindunginya.

Tuhan tidak sekadar berkata “jangan takut,” tetapi memberi alasan yang kuat: “Sebab Aku menyertai engkau.” Penyertaan Tuhan lebih berharga daripada situasi yang menakutkan. Jadi, hari ini kita diingatkan tiga hal.

Pertama, hidup kita bukan kebetulan. Tuhan sudah punya rencana, bahkan sebelum kita lahir. Kita diciptakan dengan tujuan khusus sesuai kehendak-Nya.

Kedua, kita diingatkan juga bahwa Tuhan tidak memanggil orang yang sempurna; Dia memanggil orang yang mau taat.

Ketiga, bersama Tuhan, Yeremia tidak berjalan sendiri, begitu juga dengan kita. Dalam hidup kita pun, keberanian lahir bukan karena kita kuat, tetapi karena kita tahu Tuhan ada bersama kita.

Kiranya renungan ini boleh memberkati kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow With Him

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

7 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

5 days ago