Renungan Kitab Roma

Perenungan Roma 1 (Bagian 1) – Siapa Kita?

Paulus membuka suratnya kepada jemaat di Roma dengan memperkenalkan dirinya sebagai “… hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.” (Roma 1:1)

Menarik bahwa Paulus tidak mengawali perkenalan diri berdasarkan kedudukan, pendidikan, keberhasilan, atau pengaruhnya. Ia memperkenalkan dirinya berdasarkan hubungannya dengan Kristus dan panggilannya dari Allah.

Yang terutama bukanlah siapa kita di mata dunia, tetapi siapa kita di dalam Kristus.

Paulus tahu siapa dirinya. Ia adalah milik Kristus dan hidupnya memiliki tujuan, yaitu memberitakan Injil. 

Hal yang sama juga berlaku bagi kita. Roma 1:6 mengatakan bahwa kita telah dipanggil menjadi milik Kristus. Artinya, kehidupan kita bukan lagi sekadar milik kita sendiri. Kristus telah memanggil kita untuk hidup bagi-Nya. 

Menjadi milik Kristus bukan hanya tentang memiliki identitas sebagai orang percaya. Ada tanggung jawab yang mengikuti identitas tersebut. Kita dipanggil untuk menjalani kehidupan yang mencerminkan Kristus dan menjadi saluran Injil bagi orang lain. 

Kadang-kadang kita terlalu sibuk mencari tahu “Apa yang ingin saya lakukan dalam hidup?” sehingga lupa bertanya, “Apa yang Tuhan ingin saya lakukan dengan hidup yang sudah Dia berikan?” 

Roma 1:5 juga menunjukkan bahwa melalui Kristus Paulus menerima kasih karunia dan tugas kerasulan untuk menuntun semua bangsa supaya mereka percaya dan taat kepada-Nya.

Dengan demikian, panggilan Tuhan bukan sekadar membuat hidup kita memiliki tujuan, tetapi juga membuat hidup kita bermanfaat bagi orang lain.

Kita mungkin tidak dipanggil seperti Paulus. Namun kita semua dapat dipanggil untuk menjadi saksi Kristus di tempat kita berada—di dalam keluarga, pekerjaan, gereja, lingkungan, maupun melalui kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan bagi kita semua adalah “Apakah hidup saya sudah diarahkan untuk menyenangkan Tuhan atau masih berpusat pada diri sendiri? Dan apakah melalui kehidupan saya, orang lain dapat melihat kasih dan karakter Kristus?” Jawablah itu dalam hati kita masing-masing.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 6 (Bagian 3) – Manusia Lama Sudah Disalibkan

“Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang…

10 hours ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 2) – Dikuburkan dan Dibangkitkan Bersama Kristus

“Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti…

1 day ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 1) – Mati terhadap Dosa

“Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah…

2 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 16) – Kasih Karunia Membawa kepada Hidup

“Supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran…

3 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 15) – Hukum Taurat dan Kasih Karunia

“Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak,…

4 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 14) – Ketaatan Membawa Kehidupan

“Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula…

5 days ago