Renungan Kitab Ratapan

Perenungan Ratapan 2 – Hati-Hati dengan Nabi Seperti Ini

Dari ayat ini saya diingatkan dua hal. Apa saja? Mari kita membahasnya. Renungan ini agak panjang, pastikan memiliki waktu untuk membacanya.

Pertama, jika memang ada sesuatu yang salah, kita harus nyatakan bahwa itu salah. Jangan pernah menutupi dosa atau pun berbicara yang bertujuan hanya untuk menyenangkan hati orang lain walau pun kita tahu itu salah.

Berapa banyak pengkhotbah yang tidak berani menyampaikan kebenaran karena takut kehilangan jabatan, takut tidak disukai, takut tidak populer, atau ketakutan lainnya. Ada juga yang tidak menyampaikan kebenaran karena ada keuntungan pribadi yang mereka bisa dapatkan. Tetapi ini semua tidaklah dibenarkan.

Lalu jika ada yang salah atau dosa yang kita ketahui, apakah lebih baik kita berdiam saja? Tentu saja tidak! Penjelasan lengkapnya bisa dibaca di https://t.me/growithim/5052 atau renungan dengan judul “Lebih Baik Mati (Bagian 6) – Apakah Berdiam itu Pilihan Terbaik?” atau dengarkan audio renungannya di https://youtu.be/23uRsmssuZA

“Kita tidak semestinya menyetujui dosa dengan perkataan atau perbuatan, atau sikap diam atau kehadiran kita.”

The Desire of Ages 152.3

Jadi, jika salah, nyatakan kesalahan itu.

Kedua, janganlah kita memberikan ramalan yang salah atau dusta atau yang menyesatkan.

Teringat dengan berapa banyak orang atau nabi atau utusan Tuhan yang memberikan ramalan yang menyesatkan. Dan itu juga terjadi pada umat Israel yang mana nabi-nabi Israel menyesatkan mereka. Mari kita baca firman Tuhan yang dituliskan di kitab Yehezkiel.

Jadi, kita perlu bijak-bijak di dalam mendengarkan khotbah atau nubuatan dari nabi-nabi. Kita harus memastikan dan membandingkan dengan Alkitab apakah memang yang dikatakan oleh mereka seturut kehendak Tuhan atau tidak.

Tak heran Alkitab memperingatkan kita, “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.” (Matius 7:15)

Jadi, hari ini kita diingatkan dua hal, yaitu jadilah berani untuk menyatakan kesalahan atau dosa, lalu janganlah kita menyatakan ramalan yang salah dan janganlah kita percaya kepada nabi yang seperti itu. Berhati-hatilah dengan nabi atau pengkhotbah atau siapa pun yang memiliki ciri seperti yang dicatat di Ratapan 2:14.

Kiranya renungan ini boleh memberkati kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 8 (Bagian 8) – Menantikan Penebusan dengan Tekun

“Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga…

5 hours ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 7) – Dua Pengkhotbah

Renungan hari ini panjang. Pastikan Anda menyediakan waktu khusus untuk membaca sedikit lebih lama dari…

1 day ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 6) – Penderitaan Sekarang dan Kemuliaan yang Akan Datang

“Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan…

2 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 5) – Anak-Anak Allah

“Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah…

3 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 4) – Mematikan Perbuatan Daging

“Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 3) – Kematian untuk Sementara

“Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh…

5 days ago