Renungan Kitab Pengkhotbah

Perenungan Pengkhotbah 6 – Hidup yang Sukses

Dalam budaya Ibrani kuno, banyak anak adalah tanda berkat dan kehormatan. Angka “seratus” bukan literal, tetapi hiperbola untuk menunjukkan berkat yang melimpah. Simbol kemakmuran dan keberhasilan.

Umur panjang juga dianggap berkat Tuhan. Jadi ada dua simbol berkat terbesar, yaitu keturunan dan umur panjang.

Pandangan duniawi mengatakan bahwa memiliki banyak anak dan umur panjang adalah “hidup yang sukses.” Namun, Pengkhotbah membalikkan logika ini. Sebuah “kehidupan yang sukses” secara materi namun tanpa kepuasan batin (yang bersumber dari Allah) lebih buruk daripada tidak pernah dilahirkan sama sekali.

Hidup kita saat ini secara lahiriah, bisa saja tampak diberkati, namun tetap kosong secara batin dan tidak mendapatkan kepuasan batin.

Berkat lahiriah yang paling didambakan manusia sekalipun, tidak ada artinya jika Allah tidak memberi hati yang mampu menikmatinya. Kondisi orang yang hidup dalam kelimpahan tetapi tidak puas, lebih buruk daripada nasib bayi yang lahir mati.

Ayat ini menjadi pengingat yang kuat bahwa sukacita sejati adalah anugerah Allah, dan tanpanya, hidup yang paling “berhasil” secara duniawi hanyalah “kesia-siaan dan usaha menjaring angin.”

Oleh karena itu, mari kita lebih banyak mendekatkan diri pada Tuhan karena hidup kita akan sia-sia jika terlepas dari Allah. Jangan sampai kita kaya dalam berkat, tetapi miskin dalam jiwa.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 1 (Bagian 6) – Jangan Keraskan Hati

“Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran…

6 hours ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 5) – Ketika Hati Menjauh dari Allah

Roma 1:26–27 menunjukkan kepada kita akibat yang semakin jauh ketika manusia terus-menerus menolak Allah. Paulus…

1 day ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 4) – Menukar Kebenaran dengan Kebohongan

Setelah menjelaskan bagaimana manusia menolak Allah, Paulus menunjukkan akibat yang terjadi ketika manusia memilih untuk…

2 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 3) – Ketika Manusia Menolak Allah

Paulus kemudian membawa kita kepada sebuah kenyataan yang serius. “Sebab murka Allah nyata dari sorga…

3 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 2) – Tidak Malu terhadap Injil

Paulus melanjutkan suratnya kepada jemaat di Roma dengan mengungkapkan kerinduannya untuk mengunjungi mereka. Ia berkata,…

4 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 1) – Siapa Kita?

Paulus membuka suratnya kepada jemaat di Roma dengan memperkenalkan dirinya sebagai “… hamba Kristus Yesus,…

5 days ago