Renungan Kitab Pengkhotbah

Perenungan Pengkhotbah 10 – Hukum Sebab Akibat

Saat membaca ayat ini, teringat peribahasa “Senjata makan tuan” yang mana peribahasa ini sering digunakan untuk menggambarkan perbuatan jahat yang berbalik menimpa diri sendiri.

Pengkhotbah sedang menunjukkan bahwa hidup memiliki hukum sebab-akibat. Tindakan yang kita lakukan, entah itu baik atau jahat, sering kali kembali kepada diri kita sendiri.

Menggali lubang di sini melambangkan merancang kejahatan, tipu daya, atau menjatuhkan orang lain. Seseorang mungkin berpikir ia cukup cerdik untuk menyembunyikan niatnya. Namun firman Tuhan mengingatkan: kejahatan memiliki konsekuensi. Rencana yang dibuat untuk mencelakakan orang lain bisa berbalik mencelakakan diri sendiri.

Kita melihat prinsip ini berulang dalam Alkitab. Dalam kisah di Kitab Ester, Haman membangun tiang gantungan untuk Mordekhai, tetapi justru ia sendiri yang akhirnya digantung di sana. Apa yang ia siapkan bagi orang lain menjadi alat penghukumannya sendiri.

Mari kita periksa hati kita, “Apakah ada niat tersembunyi untuk menjatuhkan orang lain? Atau adakah rencana balas dendam yang kita sedang rencanakan?”

Daripada menggali lubang, lebih baik kita menabur kebaikan. Apa yang kita tanam hari ini akan kita tuai esok hari. Jika kita menanam kasih, kita akan menuai damai. Jika kita menanam tipu daya, kita sedang menggali lubang bagi diri sendiri.

Jadi, hendaknya kita selalu berbuat baik dan benar.

Kiranya Tuhan menolong kita untuk hidup dengan hati yang bersih.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

19 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

6 days ago