Renungan Kitab Pengkhotbah

Perenungan Pengkhotbah 9 – Salah Satu Penipuan Setan

Salah satu pertanyaan besar dalam hidup adalah: Apa yang terjadi setelah seseorang mati? Banyak orang percaya bahwa orang mati masih bisa berkomunikasi dengan yang hidup, atau bahwa roh mereka gentayangan. Namun firman Tuhan memberikan penjelasan yang sangat jelas di dalam Pengkhotbah 9:5. Mari baca ayatnya.

Ayat ini menegaskan bahwa orang mati tidak sadar, tidak berpikir, tidak merasakan, dan tidak berinteraksi dengan orang yang masih hidup. Di ayat 10 juga ditegaskan bahwa di dalam dunia orang mati tidak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan, maupun hikmat.

Kebenaran ini membongkar kepercayaan tentang roh gentayangan atau komunikasi dengan arwah.

Jika orang mati “tak tahu apa-apa,” maka setiap wujud roh yang mengaku sebagai orang yang telah meninggal itu bukanlah mereka, melainkan tipu daya Iblis. Alkitab menyatakan bahwa Iblis mampu menyamar untuk menyesatkan. Dan hal ini sudah tercatat di Alkitab. Mari kita sama-sama membacanya.

Di akhir zaman, penipuan rohani akan semakin halus dan meyakinkan. Jika kita tidak berpegang pada firman Tuhan, kita bisa terbawa oleh pengalaman, perasaan, atau cerita-cerita supranatural yang tampak nyata tetapi bertentangan dengan Alkitab.

Oleh karena itu, pelajari Firman Tuhan dengan tekun agar tidak mudah tertipu dan kiranya kebenaran firman ini boleh menjaga iman kita tetap murni dan tidak mudah disesatkan.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

19 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

6 days ago