Renungan Kitab Pengkhotbah

Perenungan Pengkhotbah 1 – Kesia-siaan Belaka

Pengkhotbah memulai dengan sebuah frasa: “Kesia-siaan belaka.”

Salomo, seorang raja dengan hikmat, kekayaan, dan pengalaman yang luar biasa, sampai pada sebuah kesimpulan bahwa segala sesuatu di bawah matahari itu sia-sia.

Frasa mengenai sia-sia belaka itu merupakan kesaksian dari seorang yang pernah mencoba mencari kebahagiaan dan menjauh dari Tuhan.

Dunia saat ini menawarkan kesibukan, pencapaian, pengetahuan, hiburan, dan lain-lain, tetapi jiwa manusia diciptakan untuk sesuatu yang lebih tinggi.

Manusia bisa saja memiliki banyak hal, namun tetap merasa kosong. Pernahkah kita merasa demikian? Jika iya, maka kita harus tahu bahwa hati yang kosong hanya bisa diisi dan dipuaskan dengan memiliki hubungan dengan Pencipta.

Ketika hidup hanya berputar pada pekerjaan, keberhasilan, atau kesenangan, jiwa menjadi lelah. Namun ketika kita sadar akan kekosongan itu, maka itu sebenarnya adalah sebuah panggilan untuk kembali kepada-Nya.

Dari sini kita diingatkan bahwa hikmat manusia ada batasnya. Semakin manusia memahami dunia tanpa Tuhan, semakin ia menyadari ketidakmampuannya menemukan makna sejati. Tetapi di situlah awal hikmat yang benar: menyadari kebutuhan akan Tuhan.

Bagi orang percaya, kesia-siaan bukanlah akhir cerita. Itu adalah undangan untuk mengalihkan fokus dari yang sementara kepada yang kekal. Hidup menemukan arti ketika dijalani bukan untuk diri sendiri, tetapi untuk tujuan Allah.

Hidup terasa sia-sia saat kita mengejar yang sementara dan melupakan yang kekal.

Kiranya renungan ini boleh menguatkan kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 8 (Bagian 12) – Allah Menuntun Kita Menuju Kemuliaan

“Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka…

15 hours ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 11) – Dibentuk Menjadi Serupa dengan Kristus

“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa…

2 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 10) – Allah Turut Bekerja untuk Mendatangkan Kebaikan

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka…

3 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 9) – Roh Kudus Menolong dalam Kelemahan Kita

“Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 8) – Menantikan Penebusan dengan Tekun

“Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga…

5 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 7) – Dua Pengkhotbah

Renungan hari ini panjang. Pastikan Anda menyediakan waktu khusus untuk membaca sedikit lebih lama dari…

6 days ago