Setelah dipindahkan ke Kaisarea, Paulus harus menghadapi persidangan di hadapan gubernur Feliks.
Beberapa hari kemudian, Imam Besar Ananias datang bersama para tua-tua dan seorang pengacara bernama Tertulus untuk mengajukan tuduhan terhadap Paulus.
Alkitab mencatat:
“Telah nyata kepada kami, bahwa orang ini adalah penyakit sampar, seorang yang menimbulkan kekacauan di antara semua orang Yahudi di seluruh dunia yang beradab, dan bahwa ia adalah seorang tokoh dari sekte orang Nasrani.”
Kisah Para Rasul 24:5
Tuduhan itu sangat berat. Paulus dituduh sebagai pengacau dan pembuat kerusuhan. Padahal kenyataannya, ia sedang memberitakan Injil dan melayani Tuhan.
Ini bukan pertama kalinya Paulus disalahpahami. Berulang kali ia mengalami penolakan, fitnah, dan tuduhan yang tidak benar.
Namun yang menarik, Paulus tidak membalas dengan kemarahan atau kepahitan. Ketika tiba gilirannya berbicara, ia menjawab dengan tenang dan jujur.
Kisah ini mengingatkan kita bahwa melakukan yang benar tidak selalu membuat kita dipahami oleh semua orang.
Kadang-kadang kita sudah berusaha hidup dengan benar, tetapi tetap dikritik. Kita berusaha melakukan yang baik, tetapi justru disalahartikan. Bahkan Yesus sendiri pernah dituduh dan difitnah oleh orang-orang yang menolak-Nya.
Sebagai pengikut Kristus, kita tidak dipanggil untuk mengejar persetujuan semua orang. Kita dipanggil untuk tetap setia melakukan yang benar di hadapan Tuhan.
Firman Tuhan berkata:
“Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.”
Matius 5:11
Ketika tuduhan atau kesalahpahaman datang, godaan terbesar adalah membalas dengan cara yang sama. Namun Tuhan mengundang kita untuk tetap menunjukkan sikap yang mencerminkan karakter Kristus.
Hari ini, mungkin ada di antara kita yang sedang mengalami kesalahpahaman atau penilaian yang tidak adil. Ingatlah bahwa Tuhan mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.
Kita tidak dapat mengendalikan apa yang orang lain katakan tentang kita, tetapi kita dapat memilih untuk tetap hidup dalam kebenaran.
Kiranya Tuhan menolong kita untuk tetap setia, tenang, dan berpegang pada kebenaran, apa pun yang orang lain pikirkan atau katakan.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin