Renungan Kitab Keluaran

Perenungan Keluaran 10 – Kesempatan

Pada pasal ini ada kisah tulah ke-8 dan ke-9. Hari ini kita akan membahas tulah ke-9, yaitu gelap gulita.

“Tiba-tiba kegelapan menyelubungi negeri itu, begitu pekat sehingga itu seolah-olah merupakan satu ‘kegelapan yang bisa dijamah.’ Orang banyak bukan saja tidak mempunyai cahaya terang tetapi udara menjadi begitu sesak sehingga menyebabkan mereka sulit bernapas…. Matahari dan bulan adalah benda-benda yang disembah oleh orang Mesir; di dalam kegelapan yang ganjil ini orang banyak bersama-sama dengan dewa mereka telah ditimpa oleh kuasa yang telah membela nasib budak-budak itu. Tetapi bagaimanapun menakutkannya kegelapan itu, penghukuman itu merupakan satu bukti tentang belas kasihan Allah serta rasa enggan-Nya untuk membinasakan mereka. Ia mau memberikan kepada mereka suatu kesempatan untuk berpikir-pikir dan bertobat sebelum menjatuhkan ke atas diri mereka kutuk terakhir yang paling dahsyat.

Patriarchs and Prophets 272.1

Tulah ke-9 ini juga merupakan pukulan hebat terhadap salah satu dari dewa orang Mesir yang paling besar, yaitu dewa matahari Ra, yang senantiasa disembah oleh orang Mesir. Dewa ini dianggap tidak pernah gagal memberikan terang, kehangatan, kehidupan dan pertumbuhan pada dunia ini.

Sekali lagi kita melihat bahwa Allah yang harus kita sembah adalah Allah Pencipta, bukan allah ciptaan.

Lalu yang menarik dari kutipan yang kita baca, ini juga merupakan cara TUHAN yang memberikan kepada mereka suatu kesempatan untuk berpikir dan bertobat sebelum menjatuhkan tulah terakhir yang paling dahsyat.

Begitu juga dengan kehidupan kita. TUHAN sering memberikan kita kesempatan untuk berpikir, merenung, dan bertobat ketika ada masalah terjadi dalam kehidupan kita. Ia ingin kita bertobat dan kembali kepada-Nya.

Teguran yang TUHAN berikan kepada setiap kita mungkin berbeda-beda karena dosa kesayangan setiap orang berbeda, tetapi ingatlah “… ‘Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!’” (Ibrani 4:7)

Mari gunakan kesempatan untuk bertobat dengan sebaik mungkin.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 2) – Ketika Tuhan Menjawab di Luar Dugaan

Mari kita lanjutkan Kisah Para Rasul pasal 12, ketika Petrus berada di dalam penjara. Situasinya…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 1) – Di Tengah Tekanan, Tetap Berdoa

Mari kita belajar dari Kisah Para Rasul pasal 12, bagian awal yang menceritakan tentang penganiayaan…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 11 (Bagian 3) – Iman yang Terlihat dalam Tindakan

Di bagian akhir Kisah Para Rasul pasal 11, kita melihat sebuah peristiwa yang sederhana, tetapi…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 11 (Bagian 2) – Belajar Seperti Barnabas

Setelah orang-orang percaya di Yerusalem memahami penjelasan Petrus, kisah berlanjut kepada tersebarnya Injil ke berbagai…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 11 (Bagian 1) – Ketika Tuhan Membuka Pintu, Jangan Kita Menutupnya

Pasal ini terdiri dari dua perikop, dan hari ini kita akan membahas lanjutan dari pasal…

6 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 10 (Bagian 2) – Apakah Semua Makanan Menjadi Halal?

Kemarin kita telah belajar bahwa penglihatan Petrus bukan terutama tentang makanan, melainkan tentang cara pandang…

1 week ago