Renungan Kitab Bilangan

Perenungan Bilangan 12 – Kelemahlembutan

Lembut hatinya di ayat ini, dalam bahasa aslinya adalah עָנָיו (anaw). Apa artinya? “rendah hati”, “lemah lembut”, “lembut hati”.

Ayat ini muncul tepat setelah Miriam dan Harun mengkritik Musa (ayat 1-2), dan sebelum Tuhan turun tangan membela Musa (ayat 4 dst.).

Ketika kita berbicara mengenai lemah lembut, tentu kita akan teringat Yesus dan kata-katanya yang terkenal di dalam Matius 5:5, “Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.”

Mengenai Musa yang lemah lembut, pena inspirasi mencatat beberapa hal. Mari kita baca bersama.

“Musa, yang banyak berdoa, dikenal sebagai orang yang paling lemah lembut di muka bumi. . . . Ketika ia memimpin bangsa Israel melalui padang gurun, berulang kali tampaknya mereka akan dimusnahkan karena keluhan dan pemberontakan mereka. Tetapi Musa pergi kepada Sumber kekuatan yang sejati; ia menyampaikan perkara itu kepada Tuhan. . . . Dan Tuhan berkata, ‘Aku telah mengampuni sesuai dengan firmanmu.’ . . .”

My Life Today 20.4

“Renungkanlah kehidupan Musa. Kelemahlembutan di tengah-tengah gerutuan, celaan, dan provokasi merupakan sifat paling cemerlang dalam karakternya.”

Testimonies for the Church Vol. 4, 368.1

“Yesus menempatkan kelemahlembutan sebagai salah satu syarat utama untuk Kerajaan-Nya.”

Thoughts from the Mount of Blessing 14.1

Kiranya kita bisa menjadi seorang yang lemah lembut.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 2) – Jangan Diam

Di Korintus, pelayanan Paulus tidak selalu berjalan mudah. Ketika ia memberitakan Injil, sebagian orang mulai…

4 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 1) – Menjadi Saksi

Setelah meninggalkan Atena, Paulus tiba di Korintus. Di sana ia bertemu dengan sepasang suami istri,…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 4) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Setelah Paulus menjelaskan tentang Allah yang benar di Atena, ia mulai berbicara tentang pertobatan dan…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 3) – Religius Belum Tentu Mengenal Tuhan

Setelah meninggalkan Berea, Paulus tiba di Atena, sebuah kota yang penuh dengan filsafat, budaya, dan…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 2) – Kebenaran Tidak Dapat Dihentikan

Setelah banyak orang di Berea menerima firman Tuhan, kabar itu sampai kepada orang-orang Yahudi di…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 1) – Belajar Seperti Orang Berea

Dalam perjalanan pelayanannya, Paulus dan Silas tiba di Tesalonika lalu memberitakan Injil di rumah ibadat…

5 days ago