Renungan Kitab Bilangan

Perenungan Bilangan 11 – Menular

Pasal ini dimulai dengan kisah persungutan atau keluhan.

Bangsa Israel telah dibebaskan dari perbudakan Mesir dan menuju Tanah Perjanjian. Mereka dipimpin langsung oleh Tuhan melalui tiang awan dan api serta diberi manna dari surga. Namun, di tengah-tengah pemeliharaan ilahi itu, mulai timbul keluhan atau persungutan dari mereka.

Mereka bersungut-sungut tentang kesulitan perjalanan (ayat 1), mengeluh tentang makanan (manna) dan menginginkan daging seperti di Mesir (ayat 4-6), dan mereka mempertanyakan penyertaan Tuhan serta meragukan pemeliharaan-Nya.

“Setelah tiga hari perjalanan, keluhan terbuka terdengar. Keluhan ini berasal dari kerumunan campuran, banyak di antaranya tidak sepenuhnya bersatu dengan Israel, dan terus-menerus mencari alasan untuk mengkritik. Para pengeluh tidak senang dengan arah perjalanan, dan mereka terus-menerus mengkritik cara Musa memimpin mereka, meskipun mereka tahu betul bahwa Musa, seperti mereka, mengikuti awan penuntun. Ketidakpuasan itu menular, dan segera menyebar di perkemahan.”

Patriarchs and Prophets 377.3

Jadi penyakit menular itu bukan hanya secara fisik, tetapi ketidakpuasan juga bisa menular. 

Keluhan Israel muncul bukan karena kekurangan atau kebutuhan dasar tidak terpenuhi (Tuhan menyediakan manna setiap hari), tetapi karena ketidakpuasan.

Keluhan adalah tanda ketidakpercayaan akan pemeliharaan Tuhan di masa depan. Ketika keluhan menjadi kebiasaan, kepekaan rohani tumpul dan bisa terjadi pemberontakan.

“Keluhan mereka kini telah menjadi pemberontakan, dan sebagai pemberontakan, harus segera dihukum dengan keras dan tegas, jika Israel ingin terhindar dari anarki dan kehancuran.”

Patriarchs and Prophets 379.1

Itulah sebabnya Tuhan ingin agar kita selalu bersyukur dan belajar mencukupkan diri. Ingat ucapan selamat tahun baru tahun ini adalah “Mulailah tahun yang baru ini dengan penuh ucapan syukur kepada Tuhan” dan itu harus dilakukan setiap hari.

Bersungut-sungut adalah bahasa ketidakpuasan yang melukai hati Tuhan.

Semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dengan banyak mengucap syukur kepada Tuhan atas kebaikan-Nya dalam hidup kita gantinya bersungut-sungut.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 2) – Jangan Diam

Di Korintus, pelayanan Paulus tidak selalu berjalan mudah. Ketika ia memberitakan Injil, sebagian orang mulai…

4 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 1) – Menjadi Saksi

Setelah meninggalkan Atena, Paulus tiba di Korintus. Di sana ia bertemu dengan sepasang suami istri,…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 4) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Setelah Paulus menjelaskan tentang Allah yang benar di Atena, ia mulai berbicara tentang pertobatan dan…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 3) – Religius Belum Tentu Mengenal Tuhan

Setelah meninggalkan Berea, Paulus tiba di Atena, sebuah kota yang penuh dengan filsafat, budaya, dan…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 2) – Kebenaran Tidak Dapat Dihentikan

Setelah banyak orang di Berea menerima firman Tuhan, kabar itu sampai kepada orang-orang Yahudi di…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 1) – Belajar Seperti Orang Berea

Dalam perjalanan pelayanannya, Paulus dan Silas tiba di Tesalonika lalu memberitakan Injil di rumah ibadat…

5 days ago