Renungan Kitab 2 Tawarikh

Perenungan 2 Tawarikh 11 – Bertentangan dengan Keinginan Kita

Pasal ini berfokus pada masa awal pemerintahan Raja Rehabeam, anak Salomo, setelah kerajaan Israel terpecah menjadi dua: kerajaan Utara (Israel) dan kerajaan Selatan (Yehuda).

Saat membaca pasal ini, saya tertarik bagaimana dengan ayat 2-4, yaitu ketika Rehabeam hendak menyerang kerajaan Israel Utara, Tuhan berbicara melalui nabi Semaya agar ia tidak melakukannya. Apakah mereka menurut?

Rehabeam dan pasukannya taat dan membatalkan niat menyerang. Ini menunjukkan pentingnya mendengarkan dan mematuhi firman Tuhan, meski itu mungkin bertentangan dengan keinginan atau emosi kita.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga bersedia untuk menunda atau membatalkan rencana pribadi kita ketika Tuhan menyuruh berhenti? Maukah kita taat kepada perintah-Nya? Jawablah dalam hati kita masing-masing.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 5 – Kepura-puraan

Apakah mungkin seseorang terlihat rohani di luar, tetapi sebenarnya tidak jujur di hadapan Tuhan? Pasal…

20 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 4 – Tidak Pernah bisa Dibungkam

“Di segala zaman, saksi-saksi yang ditunjuk Allah telah membiarkan diri mereka dicela dan dianiaya demi…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 3 – Kuasa di Dalam Nama Yesus

“Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 2 – Ketika Roh Allah Menguasai Hati

Pada hari Pentakosta, sesuatu yang luar biasa terjadi. Murid-murid yang sebelumnya takut, ragu, dan bersembunyi—tiba-tiba…

6 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 1 – Kuasa untuk Bersaksi

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan…

7 days ago

Perenungan 2 Korintus 13 – Ujilah Dirimu

Di bagian penutup suratnya, Rasul Paulus memberikan pesan yang sangat tegas sekaligus penuh kasih kepada…

1 week ago