“’Memang engkau telah mengalahkan Edom, sebab itu engkau menjadi tinggi hati. Cukuplah bagimu mendapat kehormatan itu dan tinggallah di rumahmu. Untuk apa engkau menantang malapetaka, sehingga engkau jatuh dan Yehuda bersama-sama engkau?’ Tetapi Amazia tidak mau mendengarkan, sebab itu majulah Yoas, raja Israel, lalu mengadu tenagalah mereka, ia dan Amazia, raja Yehuda, di Bet-Semes yang termasuk wilayah Yehuda. Yehuda terpukul kalah oleh Israel, sehingga masing-masing lari ke kemahnya.”
2 Raja-raja 14:10-12
Setelah mengalahkan Edom, Amazia menjadi sombong dan akhirnya menantang Yoas untuk berperang. Walau sudah diberi nasihat oleh Yoas, tetapi Amazia tidak mengindahkannya. Dan pada akhirnya, Amazia mengalami kekalahan (baca kisah lengkapnya di ayat 8-14)
Pertama, janganlah kita sombong atau tinggi hati karena pencapaian yang sudah kita dapatkan, tetapi hendaklah kita tetap rendah hati. Mengapa? Karena Alkitab berkata, “Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.” (Amsal 18:12)
Kedua, ketika kita diberi nasihat, marilah kita dengarkan terlebih dahulu. Terkadang kesombongan yang kita pelihara membuat kita menjadi orang yang tidak mau menerima nasihat atau teguran. Oleh karena itu, berdoalah agar kita bisa menerima setiap nasihat atau teguran yang diberikan oleh Tuhan melalui firman-Nya atau pun orang lain.
Kiranya renungan hari ini boleh memberkati kita semua.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin